Makkah (23/5). Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, mengapresiasi berbagai pembenahan yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Hal itu disampaikannya usai mengikuti rapat koordinasi bersama Amirulhajj dan jajaran penyelenggara haji di Kantor Urusan Haji (KUH), Makkah, Kamis (21/5).
Menurut Abdul Aziz, persiapan penyelenggaraan haji tahun ini terus menunjukkan perkembangan positif dan semakin matang menjelang puncak ibadah haji.
“Alhamdulillah, kami melihat persiapan yang dilakukan semakin baik dan mendekati penyempurnaan. Mudah-mudahan seluruh skenario yang sudah disusun dapat berjalan lancar saat pelaksanaan di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai, perubahan sistem manajemen haji yang diterapkan tahun ini menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah Indonesia di Tanah Suci.
“Atas nama Kedutaan Besar RI di Arab Saudi dan KJRI Jeddah, kami mengapresiasi upaya pembenahan yang dilakukan Kemenhaj. Ini menjadi perubahan penting yang diharapkan dapat menjadi standar pelayanan haji yang lebih baik ke depannya,” katanya.
Salah satu hal yang mendapat perhatian khusus adalah penerapan sistem komando terpadu bagi para petugas haji. Menurutnya, sistem tersebut dapat meminimalkan persoalan koordinasi yang selama ini kerap muncul di lapangan.
“Kami menyambut baik adanya satu komando bagi seluruh petugas. Dengan begitu, pengambilan keputusan menjadi lebih terarah dan potensi kesalahan koordinasi bisa dikurangi,” jelasnya.
Ia juga menyoroti tantangan pelayanan jemaah saat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Pengaturan pergerakan jemaah serta penempatan tenda dinilai menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan koordinasi matang.
Abdul Aziz mengungkapkan, pada musim haji sebelumnya sempat terjadi kendala penempatan tenda di Arafah. Namun, persoalan tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan baik.
“Tahun lalu sempat ada bus jemaah yang tenda tempatnya sudah ditempati pihak lain. Alhamdulillah bisa diatasi dan jemaah tetap mendapatkan tempat yang layak,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan persiapan yang lebih matang tahun ini, seluruh jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman, nyaman, dan tertib.
Menutup keterangannya, Abdul Aziz mengajak seluruh petugas dan pihak terkait untuk menjaga kesehatan serta menjalankan tugas secara maksimal demi kelancaran pelayanan jemaah Indonesia di Tanah Suci.
“Mudah-mudahan semua diberikan kesehatan dan dapat menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Faqih/Lines)

















