Bandar Lampung (29/6). Praktisi pengisi suara Fitri Utami membagikan teknik voice over (VO) berita televisi kepada 90 peserta Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar (PJMD) yang diselenggarakan DPW LDII Provinsi Lampung bekerja sama dengan LDII News Network (LINES) DPP LDII pada 27–28 Juni 2026 di Aula Kantor DPW LDII Provinsi Lampung. Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk menghasilkan tayangan berita yang informatif, komunikatif, dan mudah dipahami masyarakat.
“Dalam jurnalistik televisi, voice over adalah nyawa sebuah berita. Visual yang bagus akan terasa kurang lengkap tanpa didukung karakter suara yang mampu menyampaikan informasi secara jelas kepada pemirsa,” ujar Fitri Utami.
Ia menjelaskan, voice over tidak hanya berfungsi membacakan naskah, tetapi juga membantu penonton memahami keseluruhan isi berita. “Voice over memiliki tiga fungsi utama, yaitu menyampaikan informasi yang tidak tertangkap kamera, menghubungkan perpindahan antaradegan, serta membangun suasana agar pesan berita lebih mudah diterima penonton,” jelasnya.
Fitri menekankan bahwa kualitas suara dipengaruhi oleh teknik pernapasan yang baik. Menurutnya, penguasaan pernapasan menjadi fondasi sebelum mempelajari teknik membaca naskah berita. “Napas yang tidak teratur membuat artikulasi terdengar terputus-putus dan terburu-buru. Karena itu, biasakan menggunakan pernapasan diafragma agar suara lebih kuat, stabil, dan nyaman didengar,” katanya.
Selain teknik pernapasan, ia mengingatkan peserta untuk menguasai lima keterampilan dasar dalam membaca naskah berita. “Artikulasi yang jelas, penekanan kata, pengaturan tempo, intonasi, dan kekuatan suara merupakan lima aspek yang harus terus dilatih. Dengan begitu, pesan berita dapat tersampaikan secara efektif kepada pemirsa,” ujarnya.
Pada sesi berikutnya, Fitri mempraktikkan teknik membaca naskah berita televisi dengan intonasi yang tepat. “Turunkan nada di akhir kalimat untuk menegaskan sebuah fakta. Naikkan sedikit nada di tengah kalimat apabila informasi masih berlanjut, dan gunakan intonasi yang stabil saat membacakan data atau angka,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memberikan penekanan pada kata-kata yang menjadi inti informasi. “Jangan membaca semua kata dengan tekanan yang sama. Berikan penekanan pada kata-kata penting agar pesan utama berita dapat langsung ditangkap oleh penonton,” pesannya.
Tidak hanya menyampaikan teori, Fitri mengajak seluruh peserta mempraktikkan pemanasan vokal sebelum melakukan perekaman. “Sebelum merekam, lakukan pemanasan suara selama sekitar lima menit. Mulailah dengan membuka mulut selebar-lebarnya (jaw drop), menggerakkan leher (head up and down), melakukan vocal humming, lip roll, kemudian melafalkan huruf vokal A-I-U-E-O agar otot bicara lebih rileks,” jelasnya.
Di akhir sesi, Fitri menegaskan bahwa kemampuan voice over merupakan salah satu unsur penting dalam menghasilkan berita televisi yang berkualitas. “Tujuan utama seorang pengisi suara bukan sekadar terdengar indah, tetapi memastikan setiap informasi dapat dipahami dengan jelas oleh masyarakat. Ketika suara mampu memperkuat pesan berita, di situlah voice over menjalankan fungsinya dengan baik,” tutupnya.


















