Bandar Lampung (14/5). Ketua Umum DPP LDII Dody Taufiq Wijaya menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat akar rumput melalui program “quick win” yang berfokus pada penguatan kapasitas pengurus PC dan PAC, penguatan delapan bidang pengabdian untuk bangsa, serta pembangunan komunikasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Silaturahmi Kebangsaan DPW LDII Provinsi Lampung yang dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, dan jajaran pengurus LDII se-Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Dody menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai menjadi momentum mempererat komunikasi kebangsaan dan ukhuwah antarelemen masyarakat. Ia juga mengapresiasi inisiatif DPW LDII Lampung yang menggelar silaturrahim kebangsaan lebih awal pada bulan Mei, bertepatan dengan semangat Hari Kebangkitan Nasional.
“Keberadaan LDII harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke tingkat grassroots. Karena itu, penguatan kapasitas pengurus PC dan PAC menjadi bagian penting agar program organisasi dapat berjalan optimal dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, kepengurusan DPP LDII periode terbaru mengusung postur organisasi yang lebih lincah, adaptif, dan responsif terhadap dinamika masyarakat, bangsa, hingga perkembangan global. Menurutnya, konsep kepemimpinan yang diterapkan juga menekankan regenerasi melalui pendekatan generative leadership dengan menyiapkan kader-kader penerus di berbagai lini organisasi.
Dalam waktu dekat, DPP LDII akan menjalankan sejumlah program quick win yang difokuskan pada konsolidasi internal, peningkatan kapasitas pengurus tingkat cabang dan anak cabang, serta penguatan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
“Kami ingin konsolidasi internal berjalan selaras hingga struktur PC dan PAC. Capacity building juga menjadi prioritas agar pengurus di tingkat bawah mampu mengeksekusi program organisasi dengan kinerja terbaiknya,” katanya.
Delapan program pengabdian tersebut meliputi bidang kebangsaan, keagamaan dan dakwah, pendidikan umum, kesehatan, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru terbarukan. Seluruh program itu akan dijalankan dengan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, akademisi, ormas Islam, hingga berbagai lembaga strategis lainnya.
Pada kesempatan tersebut, Dody juga mengajak seluruh warga LDII untuk terus mengamalkan 29 karakter luhur dan menjaga ketenangan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial.
“Jangan mudah terpancing berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Tetap bekerja dan beribadah dengan tenang, mengedepankan akhlak mulia, kerukunan, kerja sama yang baik, serta semangat bekerja keras dan berdoa,” pesannya.

Indonesia di Persimpangan Sejarah
Dalam paparannya, Dody juga menyoroti kondisi global yang menurutnya tengah membawa Indonesia berada di persimpangan sejarah. Berbagai tantangan seperti konflik geopolitik, tekanan ekonomi, disrupsi digital, hingga fragmentasi sosial dinilai menjadi ujian besar bagi bangsa dalam menjaga persatuan dan arah pembangunan nasional.
“Indonesia saat ini tidak hanya menghadapi tantangan ekonomi dan geopolitik, tetapi juga tantangan menjaga nilai, kebersamaan, persatuan, dan kesatuan bangsa,” ujarnya.
Menurut Dody, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, tetapi juga kemampuan bangsa dalam menjaga harmoni sosial dan nilai kebangsaan. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai dasar kebangsaan seperti Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945 harus terus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar slogan atau retorika.
Ia juga menyoroti masih adanya polarisasi, konflik identitas, dan ketimpangan sosial yang menjadi tantangan di tengah semangat persatuan dan keadilan sosial.
Menurutnya, ukhuwah atau persaudaraan merupakan energi sosial yang sangat penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Dody menjelaskan bahwa ukhuwah Islamiyah memperkuat solidaritas umat, ukhuwah wathaniyah mempererat persaudaraan kebangsaan lintas suku dan agama, sedangkan ukhuwah basyariyah menumbuhkan kepedulian terhadap kemanusiaan universal.
“Apabila ketiga dimensi ukhuwah tersebut berjalan harmonis, maka akan tercipta kohesi sosial yang kuat di tengah masyarakat. Masyarakat tidak hanya hidup berdampingan, tetapi juga saling percaya dan saling menopang,” jelasnya.
Dody menegaskan bahwa LDII memiliki peran strategis sebagai organisasi keagamaan sekaligus kekuatan sosial yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Ia menyebut LDII tidak hanya bergerak di bidang dakwah, tetapi juga pendidikan, pembinaan generasi muda, ketahanan pangan, lingkungan, ekonomi, energi, teknologi digital, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
“LDII berkomitmen menjadi agen transformasi sosial melalui penguatan karakter bangsa, moralitas publik, serta menjaga harmoni sosial di tengah tantangan global yang semakin kompleks,” tegasnya.
Terkait kondisi daerah, Dody menyebut Lampung sebagai miniatur Indonesia karena dihuni oleh beragam suku, budaya, dan latar belakang sosial. Menurutnya, keberagaman tersebut dapat menjadi kekuatan besar apabila dikelola dengan baik melalui penguatan nilai kebangsaan, dialog inklusif, keadilan sosial, serta peran aktif organisasi kemasyarakatan sebagai perekat sosial.
Ia juga menekankan bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud secara otomatis tanpa fondasi moral dan persatuan yang kokoh.
“Indonesia harus mampu membangun manusia unggul yang berkarakter, menjaga persatuan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Tanpa fondasi moral dan persatuan yang kokoh, Indonesia Emas hanya akan menjadi ilusi sejarah,” tegasnya.

Acara tersebut turut dihadiri Pangdam XXI/Radin Inten yang diwakili Perwira Pembantu Madya Komunikasi Sosial Letkol Infanteri Andki Setiadi, perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung yakni Kabid Penais Zawa Drs. H. Makmur, M.Ag., unsur Kesbangpol melalui Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya, Agama, dan Ormas, anggota DPRD, tokoh agama, serta jajaran pengurus LDII mulai dari tingkat DPW, DPD, hingga PC dan PAC se-Provinsi Lampung.
Di akhir penyampaiannya, Dody berharap kegiatan Silaturrahim Kebangsaan tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi gerakan nyata dan berkelanjutan dalam memperkuat nilai kebangsaan dan ukhuwah di tengah masyarakat.
“Apabila ukhuwah terus diperkuat dan nilai-nilai kebangsaan hidup dalam keseharian masyarakat, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang kokoh, beradab, dan mampu memberi arah bagi peradaban dunia,” pungkasnya.

















