Pringsewu (29/6). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Pringsewu menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) bersama jajaran Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Pringsewu, Rabu (24/6), di Aula DPD LDII Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Peran Pimpinan Cabang dan Anak Cabang sebagai Garda Terdepan Penggerak Organisasi.”
Rakorda dihadiri jajaran Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Pringsewu, pengurus harian DPD LDII, pembina Pimpinan Cabang, serta pengurus harian dari sembilan PC LDII tingkat kecamatan. Forum ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk memperkuat sinergi antarpengurus, menyamakan persepsi program kerja, serta merumuskan strategi penguatan organisasi dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan.
Ketua Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Pringsewu, KH. Dasino, dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh jajaran pengurus LDII dalam menjalankan program organisasi. Menurutnya, keberhasilan organisasi ditentukan oleh kekompakan, kesungguhan, dan komitmen dalam mengemban amanah.
Ia juga menegaskan pentingnya koordinasi yang baik dari tingkat DPD, PC, hingga PAC, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah maupun pusat agar LDII dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan dan pembinaan masyarakat.
“Amanah kepengurusan harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Pengurus harus menjaga kepercayaan, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan menjadikannya sebagai ladang ibadah. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas amanah yang diembannya,” tegas KH. Dasino.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu, Dian Arif Rahman, menegaskan bahwa penguatan organisasi di tingkat PC dan PAC merupakan sebuah keharusan, karena keduanya merupakan garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Penguatan organisasi di tingkat PC dan PAC bukan hanya kebutuhan, tetapi sebuah keharusan. Kita harus memastikan pengurus memiliki pemahaman yang sama, mampu mengelola program, serta membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PC dan PAC memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan umat, penggerak kegiatan organisasi, serta ujung tombak pelayanan dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pengurus dituntut memiliki semangat pengabdian, kedisiplinan, tertib administrasi, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut, Dian juga menekankan pentingnya implementasi 8 klaster pengabdian LDII untuk bangsa, yang mencakup kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, teknologi digital, serta energi baru terbarukan.
“PC dan PAC harus mampu menerjemahkan 8 klaster tersebut ke dalam program nyata sesuai potensi wilayah masing-masing. Dibutuhkan inovasi agar program tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Rakorda juga menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya optimalisasi rapat koordinasi tingkat kecamatan sebagai forum pengendali program kerja organisasi dari tingkat pusat hingga PAC. Forum ini juga menekankan penguatan kapasitas pengurus melalui pelatihan berkelanjutan, termasuk kebutuhan digitalisasi administrasi organisasi agar tata kelola lebih tertib dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Rakorda turut menegaskan komitmen implementasi 29 karakter luhur LDII sebagai dasar pembinaan generasi penerus, yang meliputi pembentukan pribadi alim-faqih, berakhlakul karimah, mandiri, rukun, kompak, serta memiliki kepedulian sosial.
Di sisi lain, seluruh peserta juga mendorong agar PC dan PAC menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, baik di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, lingkungan hidup, ketahanan pangan, ekonomi umat, maupun penguatan generasi muda.
Melalui Rakorda ini, DPD LDII Kabupaten Pringsewu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat struktur organisasi dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan secara profesional, religius, tertib, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan penguatan tersebut, PC dan PAC diharapkan mampu menjadi garda terdepan penggerak organisasi sekaligus pusat pengabdian LDII di tengah masyarakat.
Dengan penguatan SDM pengurus, pengamalan 29 karakter luhur, serta implementasi 8 klaster pengabdian LDII, DPD LDII Kabupaten Pringsewu optimistis dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan pembangunan daerah.


















