Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
Home Featured Nasional

Pentingnya Merawat Jati Diri Bangsa

by Administrator
May 28, 2019
in Nasional
0
Merawat Jati Diri Bangsa
5
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

Jakarta (27/5). Memasuki abad 21 teknologi menjadi penggerak perubahan segala aspek kehidupan umat manusia, mendorong setiap bangsa untuk menetapkan agenda merawat dan melestarikan jati diri bangsa – termasuk Bangsa Indonesia.

“Selain terus melaksanakan agenda demokrasi 5 tahunan, maka Bangsa Indonesia memiliki kewajiban untuk menjaga identitasnya sebagai bangsa agar dalam pergaulan antarbangsa yang intens, bangsa ini tetap terjaga jati dirinya,” ujar Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo.

Pendapat itu mengemuka dalam diskusi sambil berbuka puasa dengan wartawan. Dalam acara yang bertajuk Press Gathering dan Buka Puasa Bersama: “Merawat Kebangsaan, Menggali Jati Diri Bangsa (Refleksi Sejarah, Bangsa, dan Letak Geografis)” di Jakarta, Senin (27/5). Acara ini menghadirkan Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo, Chriswanto Santoso, dan Guru Besar Sejarah Undip Prof Dr. Singgih Tri Sulistiyono pakar sejarah maritim.

Kebangsaan menurut Prasetyo merujuk kepada pengertian bahwa kebangsaan adalah kesadaran diri sebagai warga dari suatu negara atau jati diri sebuah bangsa. Menurutnya, segala masalah bangsa ini bisa diselesaikan dengan mudah bila semua pihak memiliki kesadaran sebagai bangsa dan memelihara kenangan kolektif sejarah bangsanya.

“Jati diri atau identitas bangsa ini bisa dibangun dengan mengingat kembali sejarah, bahasa, dan geografis. Itu sama halnya meneropong Indonesia dari sisi masa lalu, masa kini, dan masa depan Indonesia,” imbuh Prasetyo.

Sementara itu Singgih Tri Sulistiyono berpendapat bahwa sejarah adalah bagian terpenting pembentukan sebuah bangsa dan negara. Kesadaran sebagai sebuah bangsa atau kesadaran tentang keindonesiaan tidak akan dapat dibangun tanpa mempelajari sejarah. “Bangsa Indonesia lahir dari proses sejarah sebagai narasi pengalaman kebersamaan (collective memory),” ujar Singgih.

Menurutnya, memori atau pengalaman bersama ini akan mengikat perasaan bersama, sebab substansi keindonesiaan adalah hanya sebuah perasaan kebersamaan sebagai sebuah komunitas bangsa. Jika bangsa ini melupakan sejarah, maka perasaan itu semakin lama semakin luntur.

Tanpa mempelajari sejarah secara berkelanjutan, sama halnya Bangsa Indonesia melupakan atau bahkan menghilangkan keindonesiaannya. Bahkan menghilangkan bagian atau periode sejarah. Sama halnya menghilangkan bagian dari keindonesiaan.

“Demikian juga, melalui sejarah, identitas kebangsaan bisa digali. Identitas kebangsaan Indonesia juga lahir dari dinamika sejarah,” ujar Singgih. Selanjutnya, identitas kebangsaan itu disempurnakan melalui kebijakan politik yang bersifat futuristik sehingga bisa menjadi bangsa yang maju, berkepribadian, dan berwibawa.

Senada dengan Prasetyo, Singgih mendorong pengenalan sejarah melalui dunia pendidikan. Menurutnya pendidikan sejarah dapat membentuk sikap anak bangsa terhadap komunitas bangsanya.
“Dengan pendidikan sejarah, peserta didik tidak hanya menguasai materi dan substansi sejarah, tetapi juga mampu memahami dan mengerti masa kini atas dasar pemahaman terhadap masa lampau,” imbuh Singgih.

Bagi Indonesia saat ini, pendidikan sejarah di sekolah jangan hanya terkait dengan ranah kognitif semata. Bahkan aspek afektif dan psikomotor jauh lebih penting untuk generasi muda dalam rangka pembentukan sikap nasionalisme dan keindonesiaan.

“Pendidikan sejarah juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana untuk menciptakan kesadaran sejarah yang terkait dengan pengalaman dan penghayatan anak bangsa terhadap masa lampau bangsanya. Pada gilirannya kesadaran sejarah akan menimbulkan empati terhadap bangsanya,” papar Singgih.

Anak bangsa yang memiliki kesadaran sejarah akan mencari jawaban atas persoalan kekinian dengan belajar sejarah. Hal ini cocok dengan ucapan Bung Karno: “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (jasmerah)”.

Sementara bahasa menjadi petunjuk identitas bangsa yang dapat dilihat dari kata-kata yang digunakan. Misalnya, banyak bahasa asing yang turut membentuk bangsa ini.
“Sebelum manusia mengenal kata, ia lebih dulu mengenal simbol. Kata adil misalnya, bangsa ini menyerap kata adil dari Bahasa Arab. Ini menjadi pertanyaan, apakah bangsa ini mengalami ketidakadilan sepanjang sejarahnya sehingga tidak ada kata genuine mengenai adil?” ujar Prasetyo.

Ia merujuk adanya ketidakdilan itu sampai harus diingatkan oleh Pancasila dengan dua sila, yakni: sila kedua, kemanusiaan yang adil dan beradab dan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya keadilan seperti hilang dari kesadaran kolektif Bangsa Indonesia, sehingga harus muncul dua kali dalam sila Pancasila.

Bahkan terminologi keadilan hilang dalam lembaga pemerintahan. Padahal di Barat, dikenal Kementerian Keadilan (Minister of Justice). Sementara di Indonesia, hanya dikenal Kementerian Kehakiman atau Hukum.

Ketiga, identitas bangsa di masa depan dibangun melalui kesadaran posisi geografis. Indonesia merupakan wilayah cincin api Pasifik dan di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni, Indo-Australia dari sebelah Selatan, Eurasia dari Utara, dan Pasifik dari Timur.

Tak aneh bila Indonesia menjadi wilayah yang rawan letusan gunung. Bahkan, Amerika Serikat dan Eropa Barat pernah mengalami masa suram akibat letusan gunung-gunung di Indonesia, dan menciptakan perubahan iklim yang mengakibatkan Eropa tidak disinari matahari selama setahun. Mereka mengalami paceklik karena sinar matahari tertutup abu, sehingga tanaman tidak dapat berfotosintesis dengan baik.

“Letusan Gunung Toba, Krakatau, dan Tambora membuat perubahan iklim yang menyengsarakan Eropa, namun hal itu juga mengungkapkan kekayaan mineral di tanah air, yang bisa dipetakan di nusantara,” ujar Prasetyo.

Lontaran-lontaran material gunung merapi menunjukkan Indonesia kaya emas, perak, mineral, dan berbagai bahan lain. Hal ini bisa diteliti untuk mengembangkan Iptek sesuai kekayaan alam Indonesia. Inilah yang menurut Prasetyo jati diri bangsa di masa depan.

Tags: bangsa indonesiamerawat bangsa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
mensholati jenazah

Praktek Sholat Jenazah dan Keutamaannya

March 14, 2025
Panduan Syar’i Cara Bersuci

Panduan Syar’i Cara Bersuci

March 25, 2019
LDII Lampung Tengah Gelar CAI 2026, Perkuat Karakter Pemuda Profesional Religius

LDII Lampung Tengah Gelar CAI 2026, Perkuat Karakter Pemuda Profesional Religius

July 11, 2026
Tiga Utusan LDII Tanggamus Ikuti PERMATA CAI ke-47 di Jombang

Tiga Utusan LDII Tanggamus Ikuti PERMATA CAI ke-47 di Jombang

July 2, 2026
LDII Lampung Bekali Pengurus Pemahaman Hukum Pidana dan Hak Warga dalam Proses Peradilan

3K Jadi Arah Baru Penguatan PC dan PAC, Ketua DPW LDII Lampung: Organisasi Harus Hadir Memberi Manfaat

0
Bangun Kolaborasi Strategis, Heri Sensustadi Minta Pengurus LDII Aktif Bersinergi dengan Forkopimda

Bangun Kolaborasi Strategis, Heri Sensustadi Minta Pengurus LDII Aktif Bersinergi dengan Forkopimda

0
Ketua LDII Lampung Hadiri Pengukuhan FKUB, Perkuat Komitmen Jaga Kerukunan

Ketua LDII Lampung Hadiri Pengukuhan FKUB, Perkuat Komitmen Jaga Kerukunan

1
Wakil Ketua LDII Lampung Dikukuhkan sebagai Pengurus FKUB Provinsi Lampung

Wakil Ketua LDII Lampung Dikukuhkan sebagai Pengurus FKUB Provinsi Lampung

1
TPQ PAC LDII Waydadi Gelar Evaluasi Semester Genap, Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

TPQ PAC LDII Waydadi Gelar Evaluasi Semester Genap, Perkuat Pembinaan Generasi Qurani

July 15, 2026
LDII Tulang Bawang Barat Gelar Pelatihan MC, Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Kader

LDII Tulang Bawang Barat Gelar Pelatihan MC, Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Kader

July 15, 2026
LDII Tubaba Perkuat Sinergi dengan Pemkab, Dukung Program TubabaQ dan Layanan Kesehatan Gratis

LDII Tubaba Perkuat Sinergi dengan Pemkab, Dukung Program TubabaQ dan Layanan Kesehatan Gratis

July 15, 2026
LDII Bandar Lampung Bekali Orang Tua Kelola Gadget Anak Lewat Seminar Parenting

LDII Bandar Lampung Bekali Orang Tua Kelola Gadget Anak Lewat Seminar Parenting

July 13, 2026

NASEHAT

Ketika Allah Cemburu
Dakwah Islam

Ketika Allah Cemburu

by Administrator
June 3, 2026
0

Oleh Faidzunal A. Abdillah Pemerhati Sosial dan Lingkungan, warga LDII di Serpong, Tangerang Selatan Barangkali kata cemburu selama ini lebih...

Read more
Doa Orang Tua dan Perjuangan Sunyi Menjaga Anak

Doa Orang Tua dan Perjuangan Sunyi Menjaga Anak

June 2, 2026
Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun

Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun

December 30, 2025
Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

December 10, 2025
Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

April 29, 2025

DPW LDII Lampung

Jl. Bumi Jaya 1 (Soekarno-Hatta) No. 10 RT. 04 Kel. Labuhan Dalam, Bandar Lampung, Indonesia

e-mail: ldiilampung@gmail.com

BERITA TERKINI

  • TPQ PAC LDII Waydadi Gelar Evaluasi Semester Genap, Perkuat Pembinaan Generasi Qurani July 15, 2026
  • LDII Tulang Bawang Barat Gelar Pelatihan MC, Tingkatkan Kompetensi Komunikasi Kader July 15, 2026
  • LDII Tubaba Perkuat Sinergi dengan Pemkab, Dukung Program TubabaQ dan Layanan Kesehatan Gratis July 15, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

CATEGORY

Kirim Berita

📨
Klik Disini
  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.

No Result
View All Result
  • Home
  • Arsip Berita
  • Web DPD se-Lampung
  • Redaksi
  • Privacy Policy
  • ToS

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.