Bandar Lampung (22/5). Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan krisis moral remaja, Pengurus Cabang (PC) LDII Kecamatan Kemiling menggelar Pengajian Keputrian bagi generasi penerus (generus) putri. Kegiatan edukatif yang mengusung tema “Adab Dulu, Baru Gaya” ini berlangsung tertib di Masjid Ar Raudah, Beringin Raya, Kemiling pada Minggu (17/5).
Sekretaris PC LDII Kemiling, Rizky Febri Saputra, hadir memberikan sambutan sekaligus membuka jalannya acara secara resmi. Dalam arahannya, Rizky mengingatkan para generus putri mengenai realita kompleks kehidupan modern yang penuh dengan ujian keimanan.
“Hari ini kita hidup di zaman yang penuh tantangan dan fitnah akhir zaman. Begitu banyak pengaruh negatif yang mudah masuk ke kehidupan remaja, mulai dari pergeseran gaya hidup akibat media sosial yang cepat hingga pergaulan bebas. Jangan sampai kita sibuk mempercantik tampilan luar atau feed media sosial, tetapi justru lalai terhadap kewajiban ibadah dan lupa memperbaiki akhlak serta adab di hadapan Allah SWT,” ujar Rizky.
Rizky mengajak para peserta untuk memanfaatkan masa muda sebagai kesempatan emas guna menuntut ilmu keagamaan dan membangun kontrol diri yang kuat melalui penguatan Al-Qur’an dan Al-Hadits.
“Muslimah yang elegan bukan hanya pandai berhias, melainkan mampu menjaga ucapan, pergaulan, kehormatan diri, serta pandai memanajemen waktunya. Jangan pernah malu menjadi muslimah yang taat dan jangan minder karena menjaga penampilan syar’i. Cantik fisik hanya dinilai manusia, tetapi adab yang baik akan mengangkat derajat kita di hadapan Allah,” tegas Rizky.

Memasuki sesi inti, materi bertajuk “Elegant in Syar’i” dipaparkan langsung oleh Ustadzah Asri Nur Hasanah. Dalam presentasinya, ia mengupas tuntas mengenai adab dan tata krama berpakaian khusus wanita berdasarkan dalil Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 26.
“Menutup aurat dengan pakaian yang tidak ketat dan tidak transparan bukan sekadar masalah fashion, melainkan bentuk ketaatan mutlak kepada Allah SWT. Di tengah tren TikTok dan Instagram yang kian terbuka, anak muda sering kali merasa insecure atau takut dianggap kuno jika terlalu tertutup. Padahal, syar’i bukan penghalang untuk tampil elegan dan tetap trendy tanpa kehilangan identitas diri,” jelas Ustadzah Asri Nur Hasanah.
Lebih lanjut, ia membagikan tips praktis bagi para remaja putri yang ingin berhijrah, mulai dari beralih ke pakaian longgar, selektif memilih lingkungan pertemanan yang baik, hingga menjaga riasan tetap natural. Karakteristik utama busana syar’i yang elegan ditandai dengan pemilihan warna lembut yang tidak mencolok serta bahan yang nyaman saat dikenakan.

Acara kemudian ditutup secara interaktif dengan sesi demonstrasi hijab syar’i dan foto bersama seluruh peserta. Melalui penyelenggaraan kegiatan Pengajian Keputrian ini, PC LDII Kemiling berharap para generus putri tidak hanya mampu tampil rapi dan percaya diri secara visual, melainkan juga memiliki pondasi kepribadian yang santun, menjaga kehormatan, dan bangga akan identitas kemuslimahannya.


















Semoga dengan pemaparan dari pengisi pengajian keputrian PC Kemiling menjadi putri yang berakhlak yang baik, muslimah yang Solehah, taat kepada Allah dan berbakti pada orang tuanya