Bandar Lampung (28/5). Jajaran Pengurus DPW LDII Provinsi Lampung berkunjung ke Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung pada Selasa (27/5) mempererat sinergi antara lembaga dakwah dan aparat penegak hukum. Pertemuan yang berlangsung di kantor Kejaksaan Tinggi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPW LDII Lampung, Antoni Prawiranegara, didampingi sekretaris, Heri Sensustadi dan sejumlah pengurus DPW lainnya. Kunjungan tersebut diterima Asisten Intelijen Kejati Lampung, Fajar Gurindro, didampingi Kasi II, Andre, dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, Sekretaris DPW LDII Lampung, Heri Sensustadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas berkenannya Kejaksaan Tinggi Lampung melalui Assintel menerima silaturahim pengurus LDII. LDII juga memohon arahan dalam menyikapi dinamika situasi hukum di Indonesia saat ini.
Heri juga menyampaikan 8 klaster bidang pengabdian LDII untuk Bangsa, yaitu Wawasan kebangsaan, Dakwah, Pendidikan, kesehatan dan herbal, Ketahanan pangan dan lingkungan hidup, ekonomi syariah, Teknologi digital dan Energi baru terbarukan. “Melalui 8 bidang pengabdian tersebut, kiranya ada yang dapat kami kolaborasikan dengan Kejaksaan Tinggi Lampung,” harapnya.
Selain itu, LDII juga menyampaikan rencana kegiatan ke depan, antara lain seremoni pembagian daging kurban pada Idul Adha 1446 H dengan tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, serta Musyawarah Wilayah VIII LDII yang akan digelar pada bulan Oktober 2025. Dalam kesempatan tersebut, LDII mengharapkan partisipasi dan dukungan Kejati, termasuk kesediaan memberikan tausiyah dalam kegiatan kurban.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII, Antoni Prawiranegara menyampaikan bahwa LDII komitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban sosial, mendorong kehidupan beragama yang damai, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan moral masyarakat. LDII juga siap berkolaborasi dengan Kejaksaan dalam program-program penyuluhan hukum dan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan. “Kami percaya bahwa sinergi antara institusi dakwah dan penegak hukum sangat penting dalam membangun masyarakat yang taat hukum, bermoral, dan cinta tanah air,” ujarnya.
Menangapi hal itu, Assintel Kejati Lampung, Fajar Gurindro, menyampaikan apresiasi atas kunjungan LDII dan menyatakan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk menjalin sinergi dengan ormas-ormas keagamaan. Ia menekankan pentingnya program wawasan kebangsaan LDII yang sejalan dengan misi Kejaksaan dalam memperkuat kecintaan terhadap tanah air dan nilai-nilai Pancasila.
“Kami memiliki program seperti Jaksa Masuk Sekolah, Pesantren, Pasar, hingga Mall, sebagai ruang edukasi dan penerangan hukum kepada masyarakat agar mengenal hukum dan menjauhi hukuman,” ujar Fajar.
Ia juga menunjukkan ketertarikannya terhadap program ketahanan pangan LDII, yang dinilainya sangat relevan dan strategis. Kejaksaan membuka ruang kolaborasi dalam pendampingan hukum bagi para petani, khususnya terkait masalah pupuk, bibit, hingga sektor perikanan dan peternakan.
Lebih lanjut, Fajar menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berlaku di tingkat provinsi, tapi juga akan dilanjutkan hingga ke Kejaksaan Negeri (Kejari) di kabupaten/kota se-Lampung. “Insyaallah sinergi ini akan terus kami dorong. Mari kita tingkatkan kebersamaan dalam membangun Lampung yang lebih baik,” tutupnya.
Audiensi diakhiri dengan penyerahan cinderamata berupa Majalah Nuansa Persada, buku Pedoman Ibadah LDII, laporan bulanan, serta sesi foto bersama sebagai penanda eratnya kerja sama yang sedang dan akan terus terjalin.

















