Kemiling (7/6). Ratusan jamaah memadati pelataran Masjid Abdullah Ibrahim di Kelurahan Kemiling Raya, Kecamatan Kemiling, Jumat (6/6) pagi, untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1446 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kemiling. Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan terasa sejak awal rangkaian ibadah.
Dengan mengusung tema nasional “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”, LDII Kemiling melanjutkan semangat Idul Adha melalui kegiatan penyembelihan hewan kurban dan pembagian 1.000 paket daging kepada masyarakat. Sebanyak 13 ekor sapi dan 12 ekor kambing dikurbankan dan didistribusikan di lima lokasi yang ada di wilayah Kecamatan Kemiling.
Khatib sekaligus imam salat, Ustadz Hartanto Wahyudi, dalam khutbahnya menyampaikan pesan moral dari Ketua DPW LDII Lampung, H. M. Aditya. Dalam pesan tersebut, Aditya mengajak umat Islam untuk meneladani ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS. “Idul Adha adalah pengingat akan peristiwa besar tentang keimanan dan ketaqwaan. Kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjalankan syariat dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.
Aditya juga menegaskan bahwa ibadah kurban merupakan simbol pengorbanan dan bentuk solidaritas sosial. Pembagian daging kurban, menurutnya, bukan sekadar sedekah, tetapi juga cara mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepekaan sosial, khususnya kepada kaum dhuafa, anak yatim, dan masyarakat yang membutuhkan.
Senada dengan itu, Dewan Penasihat PC LDII Kemiling, Sentot Hardiono, mendorong warga LDII untuk terus istiqomah dalam berkurban. Ia menyebut, sejak dini warga LDII sudah diajarkan menabung untuk kurban sebagai bentuk latihan ibadah dan tanggung jawab sosial. “Hari ini pun, setelah pembagian kurban, warga sudah mulai menabung untuk kurban tahun depan,” ujar Sentot yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD LDII Kota Bandar Lampung.
Sentot menambahkan, ibadah kurban seharusnya menjadi momen untuk melepaskan diri dari kecintaan berlebih terhadap dunia. “Sebagai hamba yang beriman, kita perlu memanfaatkan harta bukan untuk bermewah-mewahan, tetapi untuk ibadah dan kemaslahatan bersama,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial warga LDII Kemiling, serta bentuk kontribusi positif dalam membangun keharmonisan di tengah masyarakat.

















