Pringsewu (9/6). Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sudin, kembali menunjukkan kepeduliannya dengan menyerahkan hewan kurban kepada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pringsewu. Penyerahan ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga upaya konkret mempererat hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat, serta menegaskan pentingnya toleransi dalam merawat kerukunan antarumat beragama.
Sudin menegaskan bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk mewujudkan harmoni sosial. “Penyerahan hewan kurban ini adalah bentuk kedekatan anggota DPR RI dengan konstituennya, sekaligus wujud toleransi beragama dalam merawat kerukunan,” ujar Sudin. Ia berharap daging kurban dapat terdistribusi kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan secara luas.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu, Dian Arif Rahman, menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas atensi berkelanjutan dari Sudin, yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung. “Atensi Pak Sudin kepada warga LDII Pringsewu bukan yang pertama kali. Tiga tahun lalu, beliau juga memfasilitasi Pondok Pesantren Baitul Izza Pringsewu Lampung untuk mendapatkan bantuan 25 ekor kambing dari Kementerian Pertanian,” ungkap Dian.
Dian juga berterima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan hewan kurbannya untuk disembelih di masjid-masjid LDII. Menurutnya, ini adalah simbol nyata kepedulian dan kepercayaan masyarakat terhadap warga LDII. Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa makna kurban adalah implementasi dari pengorbanan, kebersamaan, dan kerukunan. Melalui ibadah kurban, umat dapat berbagi kepada sesama tanpa memandang status ekonomi, sosial, atau agama. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai universal seperti kepedulian sosial dapat terwujud melalui ritual keagamaan.
Inisiatif seperti yang dilakukan Sudin ini patut menjadi contoh bagi para pemangku kepentingan lain. Pertama, ini membuktikan bahwa peran legislator tidak hanya terbatas pada fungsi legislasi, tetapi juga mencakup penguatan ikatan sosial dan pembangunan komunitas melalui program-program langsung yang menyentuh masyarakat. Dengan mendekatkan diri melalui kegiatan keagamaan dan sosial, kepercayaan publik terhadap wakil rakyat dapat meningkat signifikan.
Kedua, kolaborasi antara tokoh politik dan organisasi keagamaan, seperti dalam penyaluran hewan kurban ini, adalah model efektif untuk membangun jembatan toleransi. Ini menepis stigma dan memperkuat pemahaman bahwa keberagaman adalah aset bangsa yang harus dirawat bersama. Ketiga, efisiensi penyaluran hewan kurban melalui jaringan organisasi kemasyarakatan seperti LDII memastikan bahwa bantuan mencapai tangan yang tepat, sehingga manfaatnya maksimal bagi masyarakat rentan. Ini adalah solusi praktis untuk pemerataan kesejahteraan sekaligus penguatan solidaritas sosial.
Dian Arif Rahman menutup pernyataannya dengan menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia kurban di masjid-masjid LDII Kabupaten Pringsewu yang telah berdedikasi. “Semoga Allah mencatat sebagai amal kebaikan dan dibalas dengan berlipat ganda,” pungkasnya.

















