Gisting (7/8). Dalam rangka meningkatkan pemahaman nilai-nilai moderasi beragama, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanggamus melalui Seksi Bimas Islam menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Da’i dan Da’iyyah se-Kabupaten Tanggamus, yang digelar di Aula Hotel 21, Gisting, pada Rabu (6/8/2025).
Sebanyak 30 peserta dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam (ormas) seperti NU, Muhammadiyah, LDII, DDI, Muslimat NU, Aisyiyah, dan lainnya turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Hadir pula Kepala Kantor Kemenag Tanggamus Dr. H. Mahmuddin Aris Rayusman, S.Ag., M.Pd.I., Kasi Bimas Islam H. Saiful Arfan, S.Ag., M.Pd.I., serta Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tanggamus, KH. Muhammad Rais, yang juga menjadi pemateri pertama.
Dalam sambutannya, Mahmuddin menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan pembinaan ini. Ia menegaskan pentingnya peran da’i dan da’iyyah dalam menjaga kerukunan umat melalui dakwah yang moderat dan menyejukkan.
“Kegiatan ini sangat penting, tidak hanya untuk pengembangan dakwah, tetapi juga untuk mewujudkan masyarakat Tanggamus yang rukun, damai, dan tenteram. Para da’i dan da’iyyah harus menjadi penyampai risalah yang mengedepankan sikap moderat,” ujarnya.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ust. Mirza Pahlepi, S.Ag., M.Hi., praktisi dakwah dari Provinsi Lampung. Ia mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam berdakwah, termasuk memberi teladan, menyampaikan pelajaran dengan cara yang baik, serta berdiskusi secara santun.
“Dakwah adalah jalan untuk menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam. Seorang da’i dan da’iyyah harus menjadi panutan, baik di atas mimbar maupun dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Sementara itu, Kasi Bimas Islam Kemenag Tanggamus H. Saiful Arfan dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari pembinaan ini adalah memberikan pemahaman mengenai strategi dakwah serta penguatan moderasi beragama.
“Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan materi-materi dakwah yang menyejukkan dan sesuai dengan semangat kebangsaan,” tandasnya.

















