Bandar Lampung (2/9). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggelar doa bersama untuk kedamaian bangsa serta menciptakan suasana kondusif di Provinsi Lampung, Minggu (31/8/2025).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kegiatan tersebut menjadi momen untuk memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar Lampung tetap aman dan damai, sekaligus mendoakan para korban yang meninggal dunia dalam unjuk rasa pada 28 Agustus 2025.
“Kita mendoakan juga almarhum pengemudi ojek online Affan Kurniawan, ASN yang menjadi korban, serta rekan-rekan kita se-Indonesia yang terkena musibah beberapa waktu ini. Sekaligus kita menyatukan hati dan tujuan di sini agar semua dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Gubernur.
Ia menambahkan, doa bersama ini diharapkan mampu mendamaikan hati masyarakat serta menyalurkan kepedulian seluruh pihak dengan cara yang konstruktif, penuh etika, dan menjunjung tinggi nilai persatuan.
“Yang terjadi saat ini merupakan bagian dari iklim demokrasi yang kita junjung tinggi, namun perlu juga kedewasaan dalam menjaga suasana tetap kondusif,” katanya.
Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Aditya, mengapresiasi langkah Pemprov Lampung dalam menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, doa bersama menjadi upaya penting untuk mewujudkan Lampung yang aman, damai, sejahtera, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan.
Acara doa bersama ini turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung, Pangdam XXI/Radin Inten, jajaran Forkopimda, pejabat pratama, tokoh agama dari MUI, NU, Muhammadiyah, FKUB, serta para rektor perguruan tinggi negeri maupun swasta dan perwakilan mahasiswa BEM Unila.


















