Natar (12/1). Meningkatnya risiko kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu menggerakkan warga PAC LDII Desa Pemanggilan untuk mengambil langkah nyata. Bersama masyarakat dan pihak yayasan, mereka membangun pos penjagaan secara swadaya di wilayah Serbajadi 2, Natar, Lampung Selatan, sebagai bentuk dukungan terhadap keselamatan publik, Minggu (11/1).
Wilayah Serbajadi dikenal sebagai kawasan padat penduduk dengan mobilitas tinggi. Jalan yang melintasi rel kereta api di lokasi tersebut merupakan akses utama bagi warga beberapa dusun menuju Jalan Lintas Sumatera.
Kepadatan arus lalu lintas semakin meningkat karena keberadaan kompleks pendidikan Pondok Pesantren Nurul Huda dan Perguruan Tri Sukses yang mengelola jenjang pendidikan dari TK hingga SMA, dan SMK. Setiap harinya, ratusan siswa, guru, dan wali murid melintasi rel tersebut.
“Daerah ini sangat rawan. Kereta penumpang dan kereta batu bara rangkaian panjang (Babaranjang) melintas hampir setiap 30 menit sekali,” ujar salah satu warga setempat.
Meskipun kebutuhan akan pos penjagaan sangat mendesak, hingga kini fasilitas tersebut belum tersedia dari pihak otoritas terkait PT. KAI. Kondisi ini mendorong PAC LDII Pemanggilan berinisiatif menjalin kolaborasi dengan Pondok Pesantren Nurul Huda, Perguruan Tri Sukses beserta masyarakat Serbajadi untuk membuat Pos Penjaga Perlintasan Kereta Api. Langkah ini tentu saja mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pemanggilan dan izin dari PT KAI.
Seluruh biaya pembangunan pos berasal dari swadaya warga LDII, masyarakat Serbajadi 2, serta Yayasan Nurul Huda Lampung. Tidak hanya membangun fisik pos, keberlangsungan keamanan di titik tersebut juga didukung oleh relawan. Sulaiman, seorang warga LDII, menyatakan kesediaannya bersama keluarga untuk menjaga perlintasan tersebut demi keamanan bersama.
Dengan adanya pos penjagaan ini, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalisir sehingga arus lalu lintas lebih tertib dan keselamatan warga yang melintas lebih terjamin.

















