Natar (14/1). Ikatan Remaja Masjid Serbajadi Timur (Irmas Sejati) terus berupaya mengasah potensi generasi muda melalui aktivasi majalah dinding (mading). Bekerja sama dengan Remaja Islam Masjid (Risma) di lingkungan Serbajadi 2, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan di masing-masing masjid.
Penerbitan mading dilakukan setiap pekan kedua setiap bulannya. Konten yang disajikan berfokus pada dokumentasi foto dan pemberitaan mengenai aktivitas santri LDII, mulai dari pengajian rutin hingga kegiatan lainnya.
“Kami memberitakan berbagai kegiatan ini agar menjadi motivasi bagi seluruh santri,” ujar Mario, anggota Bidang Media dan Komunikasi (Medkom) Irmas Sejati, saat memberikan keterangan.
Keberlangsungan program ini tidak lepas dari peran Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Pemanggilan sebagai pembina. Pengurus harian melakukan monitoring rutin untuk memastikan program berjalan konsisten.
Heri Pujiyanto, Pengurus Sub Bidang Komunikasi, Informasi, dan Media PAC LDII Pemanggilan, menegaskan pentingnya pendampingan bagi para remaja. “Tujuannya agar setiap kendala yang muncul dapat segera dicarikan solusinya bersama,” jelas Heri.
Selain sebagai sarana informasi, mading yang mengusung model poster ini juga menjadi wadah peningkatan skill digital bagi para remaja.
Koordinator Bidang Medkom Irmas Sejati, Deni, mengungkapkan bahwa para santri kini lebih mahir dalam mengoperasikan perangkat lunak desain.
“Lewat program ini, para santri bisa belajar dan langsung mempraktikkan aplikasi Canva. Hal ini sangat membantu meningkatkan keahlian desain kami,” tambah Deni.
Selain dukungan internal, program ini juga didukung oleh kerja sama strategis dengan pihak eksternal. Irmas Sejati mendapatkan dukungan penuh dari percetakan Lintas Kreasi sebagai sponsor tunggal, sehingga seluruh biaya cetak poster mading untuk semua masjid terfasilitasi secara cuma-cuma.
Guna memperluas jangkauan informasi, Irmas Sejati tidak hanya mengandalkan media cetak fisik. Seluruh dokumentasi dan sosialisasi kegiatan santri LDII juga dipublikasikan secara aktif melalui platform media sosial Instagram, agar dapat diakses oleh masyarakat luas secara digital.

















