Bandar Lampung (15/1). PC LDII Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Langkapura, dan Kemiling menggelar Pengajian Akbar di Masjid Roudhotul Firdaus, Kelurahan Gedong Air, Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung, Jumat (9/1). Kegiatan ini diikuti lebih dari 400 jamaah yang berasal dari berbagai majelis taklim dan warga LDII di tiga pimpinan cabang tersebut.
Pengajian berlangsung khidmat dan sarat nuansa kebersamaan. Sejak awal hingga akhir acara, jamaah tampak antusias menyimak materi yang disampaikan para pemateri. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah islamiyah antarjamaah lintas wilayah.
Materi pengajian menitikberatkan pada pentingnya memperkokoh iman dan akidah sebagai bekal utama menghadapi tantangan dan pengaruh negatif di era modern. Jamaah diajak untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, menjaga akhlakul karimah, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota Biro PKD DPW LDII Lampung, Ustadz Nurcahyo, yang menjadi salah satu pemateri, mengingatkan jamaah tentang pesan Rasulullah mengenai beratnya tantangan keimanan di akhir zaman. “Nanti, akan banyak muncul ajakan-ajakan dan seruan yang kelihatannya baik dan menarik, tetapi sebenarnya mengarahkan pada kesesatan,” ujar Ustadz Nurcahyo. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa umat Islam saat ini dituntut untuk memiliki iman yang kuat serta sikap selektif dalam menyikapi berbagai ajakan dan pengaruh zaman.
Ustadz Nurcahyo juga menyoroti semakin kuatnya tekanan agar umat Islam mengikuti pola hidup dan keyakinan di luar ajaran Islam. Ia mengingatkan kembali firman Allah mengenai batasan keyakinan tersebut.
“Pesan ini adalah pengingat bagi kita semua agar tetap menjaga akidah dan jati diri sebagai seorang Muslim. Kita harus waspada karena tantangan terhadap akidah akan selalu ada dan semakin banyak,” tegasnya. Hal ini ia sampaikan agar umat islam seyogyanya tidak goyah dan tetap konsisten pada ajaran agamnya.
Dewan Penasihat DPW LDII Lampung, H. Rahmat Hidayat Habibullah, dalam tausiyahnya memberikan peringatan keras mengenai fenomena sosial saat ini. “Rasulullah SAW telah menggambarkan tanda-tanda akhir zaman yang kini mulai kita rasakan, mulai dari berkurangnya ilmu, banyaknya kebodohan, maraknya perzinaan, meluasnya konsumsi minuman keras, hingga ketimpangan sosial yang kian nyata,” terangnya.
Ia juga menekankan rusaknya nilai amanah dalam kehidupan umat manusiaa. Ketika suatu urusan diserahkanka kepada orang yang bukan ahlinya, maka kehancuran tinggal menunggu waktu. Kondisi ini diperparah dengan terbaliknya nilai-nilai agama, seperti zakat yang dianggap beban, ilmu agama yang dipelajari bukan karena Allah, serta menurunnya ketaatan kepada orang tua akibat dominasi kepentingan duniawi.
Lebih lanjut, para pemateri mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat mengundang berbagai musibah dan bencana sebagaimana diperingatkan Rasulullah. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk kembali kepada ilmu dan ketakwaan. Ditegaskan bahwa hanya orang-orang berilmu yang benar-benar takut kepada Allah, dan di tengah fitnah akhir zaman, iman yang kokoh serta ilmu syar’i merupakan benteng utama bagi keselamatan umat.
Melalui Pengajian Akbar ini, PC LDII Tanjung Karang Barat, Langkapura, dan Kemiling menegaskan komitmennya untuk terus membina umat agar tetap istiqamah dalam keimanan, kuat dalam akidah, serta mampu berkontribusi positif dalam menjaga keharmonisan dan ketahanan moral masyarakat di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.

















