Bandar Lampung (28/1). DPD LDII Kota Bandar Lampung kembali menegaskan eksistensinya dalam pembinaan generasi muda, khususnya remaja putri usia baligh. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengajian Keputrian yang menyasar generasi penerus (generus) putri kelas IV hingga VI SD se-Kota Bandar Lampung dan sekitarnya, seperti Natar, Jati Agung, Tanjung Bintang, serta sebagian wilayah Pesawaran.
Mengusung tema khusus “Thaharah”, kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian diri sesuai tuntunan Islam. Tema tersebut dinilai sangat relevan mengingat peserta berada pada fase menjelang baligh, sehingga perlu dibekali pengetahuan yang benar terkait syarat sah ibadah.
Antusiasme peserta yang tinggi membuat panitia membagi pelaksanaan kegiatan ke dalam tiga lokasi berbeda, yakni Masjid Al Firdaus Sukabumi, Masjid Raudhatul Firdaus Tanjung Karang Barat, dan Masjid Syairullah Pemanggilan, Natar. Pembagian lokasi ini dilakukan agar kegiatan tetap berjalan efektif dan kondusif.
Selain membekali pemahaman teori, pengajian ini juga menanamkan kebiasaan hidup bersih dan suci sejak dini. Para peserta diharapkan mampu menerapkan praktik bersesuci dengan benar dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut menghadirkan pemateri kompeten, di antaranya Ustadzah Kissisina Umahdi, Ustadzah Annisa Dwi Azzura, dan Ustadzah Arifah Nurmalika. Ketiganya menyampaikan materi secara komprehensif, mulai dari pengertian thaharah, thaharah sebagai syarat sah ibadah, pembahasan hadats dan najis beserta cara mensucikannya, tata cara wudhu dan mandi wajib, hingga adab ketika buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK).
Tidak hanya disampaikan secara satu arah, kegiatan juga dikemas secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan praktik langsung. Peserta diajak mempraktikkan tata cara bersuci secara berkelompok, sehingga pemahaman yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.

Bagian PPKK DPD LDII Kota Bandar Lampung, Nisa Afiva Khair, menuturkan bahwa pihaknya telah menyusun program pembinaan khusus bagi remaja putri yang dilaksanakan sebanyak tiga hingga empat kali dalam setahun di tingkat DPD. “Ke depan, kegiatan akan dibagi dalam tiga kategori usia, yakni SD–SMP, SMA, dan usia mandiri atau pranikah, dengan fokus materi yang disesuaikan kebutuhan di setiap jenjang usia,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. M. Miftah Falah, menegaskan bahwa pendidikan dan dakwah merupakan salah satu klaster prioritas kepengurusannya.
“Selain pendidikan dan dakwah, LDII juga memiliki klaster wawasan kebangsaan, ekonomi syariah, serta ketahanan pangan dan lingkungan. Idealnya seluruh delapan klaster bisa dijalankan sebagai wujud pengabdian LDII untuk bangsa. Namun, pada tahun ini kami fokus menjalankan lima klaster terlebih dahulu,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kota Bandar Lampung berharap dapat melahirkan generasi putri yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam pemahaman agama dan siap menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat sejak usia dini.

















