Bandar Lampung (29/1). Di tengah dinamika organisasi yang semakin kompleks dan penuh tantangan, kemampuan berpikir antisipatif menjadi kunci utama agar roda organisasi tetap berjalan stabil dan berkelanjutan. Hal ini ditegaskan Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. M. Aditya saat memberikan pengarahan dalam Rapat Konsolidasi Pengurus DPD LDII Kota Bandar Lampung yang digelar pada Selasa (27/1) malam di Aula Kantor DPW LDII Lampung, Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Bandar Lampung.
Dalam arahannya, Aditya menekankan bahwa organisasi tidak cukup hanya bersikap reaktif terhadap persoalan yang muncul, tetapi harus mampu membaca situasi dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi sejak dini. Menurutnya, tantangan organisasi yang dinamis menuntut pengurus untuk memiliki banyak alternatif pemikiran dan strategi agar tidak terjebak pada masalah yang dapat menghambat laju organisasi.
“Penting bagi LDII untuk memiliki kemampuan antisipatif dalam menangani setiap masalah yang menghalangi jalannya roda organisasi, bukan bersikap reaktif,” ujar Aditya. Ia menambahkan, setiap organisasi pasti menghadapi masalah dengan karakteristiknya masing-masing, sehingga yang paling utama adalah menjaga kesolidan dan kekompakan seluruh pengurus.
Lebih lanjut, Aditya mengingatkan agar kepentingan pribadi tidak mengalahkan kepentingan bersama. Ia menilai, kerukunan dan kebersamaan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas organisasi. “Kami berharap kepengurusan baru dapat terus menjaga LDII dengan semangat dan tata kelola yang baik, serta mengedepankan koordinasi dan kolaborasi dengan para stakeholder di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Selain itu, Aditya juga menyoroti pentingnya regenerasi organisasi yang berjalan secara terencana dan berkesinambungan. Menurutnya, regenerasi yang baik akan memastikan seluruh program kerja yang telah dicanangkan tidak terhenti di tengah jalan, melainkan terus berlanjut dan memberi manfaat jangka panjang bagi umat dan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. M. Miftah Falah mengajak seluruh jajarannya untuk terus menjaga soliditas dan semangat kebersamaan. Ia menekankan pentingnya saling mengingatkan, saling memotivasi, serta membangun budaya musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan organisasi.
“Menjalankan aksi nyata program organisasi dan mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan merupakan kunci agar organisasi tetap berjalan harmonis,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa kekompakan pengurus menjadi modal utama dalam mewujudkan program-program pembinaan yang berdampak luas.
Dalam kesempatan tersebut, Falah turut mengingatkan pentingnya amal saleh sosial melalui organisasi. Menurutnya, kontribusi sosial dan pembinaan umat memiliki nilai jariyah yang besar.
“Jika ibadah sunnah pahalanya untuk diri sendiri, maka amal saleh sosial melalui organisasi dapat menjadi pahala jariyah, karena membantu umat memahami agama dengan baik dan beribadah dengan nyaman,” pungkasnya.
Melalui rapat konsolidasi ini, diharapkan seluruh pengurus DPD LDII Kota Bandar Lampung semakin solid, memiliki visi yang sejalan, serta mampu memperkuat sinergi internal dan eksternal. Dengan demikian, LDII Kota Bandar Lampung dapat terus berkontribusi positif dalam pembinaan keagamaan dan kemasyarakatan secara berkelanjutan.

















