Bandar Lampung (8/2). DPW LDII Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menjadi organisasi yang kritis, melainkan hadir dengan kerja nyata dan kontribusi positif bagi masyarakat. Komitmen ini diwujudkan melalui delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, M. Aditya, dalam kegiatan Silaturahim Menyongsong Ramadan 1447 H yang digelar di Masjid Hizbullah, Kelurahan Labuhan Dalam, Tanjung Senang, Bandar Lampung. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan warga LDII dari wilayah Kecamatan Rajabasa dan Tanjung Senang.
Dalam sambutannya, Aditya menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan menjadi program prioritas dalam delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa. Menurutnya, meskipun LDII merupakan organisasi kemasyarakatan berbasis keagamaan, semangat kebangsaan tidak boleh dikesampingkan.
“Wawasan kebangsaan harus menjadi yang pertama. Saat Indonesia damai, aman, dan tenteram, seluruh program pengabdian LDII bisa dijalankan dengan baik. Namun sebaliknya, jika negara bergejolak, bukan hanya beribadah, untuk bertempat tinggal pun akan terasa tidak nyaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh warga LDII untuk benar-benar mengimplementasikan tagline “Profesional Religius” dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai tagline tersebut bukan sekadar slogan, melainkan konsep besar dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul.
“Profesional Religius adalah tagline yang luar biasa. Ini menuntut kita memiliki keahlian dan kompetensi di bidang masing-masing, namun tetap berakhlak mulia dan berlandaskan Al-Qur’an dan Al-Hadits,” tuturnya.
Terkait peran sebagai warga negara, Aditya mengingatkan pentingnya kesadaran hukum, khususnya mengenai diberlakukannya UU Nomor 1 Tahun 2023 atau KUHP nasional yang akan berlaku penuh pada Januari 2026. Menurutnya, terdapat sejumlah perubahan signifikan, terutama terkait delik kesusilaan, penghormatan terhadap agama, serta pengakuan hukum yang hidup di tengah masyarakat.
“Memahami KUHP yang baru sangat penting bagi warga masyarakat beragama di Indonesia. Ini agar kita tidak hanya taat secara agama, tetapi juga patuh terhadap hukum negara,” pungkasnya.
Kegiatan Silaturahim Menyongsong Ramadan 1447 H tersebut semakin khidmat dengan adanya kajian ayat Al-Qur’an dan hadits yang disampaikan Ustadz M. Fadly, sebagai bekal spiritual dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadan.

















