Pringsewu (5/5). Sebanyak 21 juru sembelih dari DPD LDII Kabupaten Pringsewu mengikuti Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Berbasis Kompetensi Tahun 2026. Kegiatan yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) ini dibuka langsung oleh Bupati Pringsewu, Riyanto Pamungkas, di GSG Kecamatan Sukoharjo, Minggu (3/5).
Dalam sambutannya, Riyanto mengatakan sertifikasi halal kini menjadi kewajiban yang harus dipenuhi, seiring kebijakan pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Pelatihan berbasis kompetensi ini menjadi bekal penting agar para juru sembelih semakin profesional dan keahliannya diakui secara nasional,” ujarnya.
Bupati berharap pelatihan yang diselenggarakan DPD Juleha Pringsewu ini tidak hanya berfokus pada aspek teori fiqih, tetapi juga mencakup keterampilan teknis penyembelihan, kesehatan hewan, serta keamanan pangan. Menurutnya, profesi juru sembelih halal memiliki tanggung jawab besar, tidak hanya secara teknis tetapi juga secara spiritual.
“Juru sembelih halal bukan sekadar profesi, melainkan amanah untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat memenuhi prinsip Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH),” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, DPD LDII Kabupaten Pringsewu turut berpartisipasi aktif dengan mengutus sebanyak 21 orang juru sembelih untuk mengikuti pelatihan. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas SDM di lingkungan LDII, khususnya dalam bidang penyembelihan halal yang sesuai standar nasional.
Salah satu peserta, Bastian Saleh, perwakilan dari masjid LDII, mengatakan pelatihan tersebut memberikan pemahaman terkait prosedur penyembelihan yang sesuai standar, termasuk aspek kebersihan dan kesehatan hewan.
“Alhamdulillah, dengan mengikuti pelatihan ini, pemahaman kami terkait tata cara penyembelihan yang sesuai standar bisa meningkat,” katanya.
Lebih lanjut, Bastian berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya bermanfaat bagi dirinya, tetapi juga dapat ditularkan kepada rekan-rekan di lingkungan masjid dan masyarakat luas. Dengan demikian, tujuan pelatihan untuk mencetak juru sembelih halal yang kompeten, tersertifikasi, dan mampu memberikan jaminan kehalalan produk pangan dapat terwujud secara berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, DPD Juleha Pringsewu, serta Palang Merah Indonesia Kabupaten Pringsewu yang juga menggelar bakti sosial donor darah.

















