Bandar Lampung (6/5). Ketua DPW LDII Lampung, M. Aditya, memaparkan rencana pelaksanaan Silaturahim Zulhijah dalam wawancara dengan sejumlah wartawan dari Tegar TV dan TVRI Lampung di Kantor DPW LDII Lampung, Rabu (6/5). Kegiatan Silaturahim Zulhijah ini merupakan agenda rutin LDII setiap momentum Idul Adha.
Aditya menjelaskan, Silaturahim Zulhijah tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sarana mempererat hubungan dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga majelis-majelis keagamaan turut menjadi bagian dari kegiatan tersebut.
Selain itu, LDII juga menyalurkan daging kurban kepada masyarakat luas, termasuk anak yatim dan kaum difabel. Hal ini sebagai wujud kepedulian sosial agar kebahagiaan Idul Adha dapat dirasakan secara merata.
Ia mengungkapkan, pada tahun lalu warga LDII Lampung berhasil menghimpun kurban sebanyak 1.541 ekor sapi dan 1.189 ekor kambing. Jumlah tersebut diharapkan dapat meningkat pada tahun ini.
Menurutnya, jika diestimasi secara ekonomi, perputaran dana dari ibadah kurban warga LDII Lampung mencapai sekitar Rp38 miliar. Angka ini menunjukkan kontribusi nyata dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya sektor peternakan. “Kami mendorong warga LDII Lampung memiliki semangat berkurban, bukan hanya sebagai kewajiban, tetapi juga bagian dari cara hidup,” ujar Aditya.
Melalui ibadah kurban yang akan dilaksanakan pada 10 Zulhijah mendatang, ia berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial masyarakat semakin meningkat. Kurban diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai keikhlasan dan kebersamaan.
Sementara itu, Ketua Panitia Silaturahim Zulhijah, Heri Sensustadi, menambahkan bahwa warga LDII memiliki kebiasaan unik dalam mempersiapkan ibadah kurban. Sebagian warga menabung selama satu tahun, sementara lainnya memelihara hewan ternak sejak kecil.
Menurutnya, budaya tersebut bahkan telah ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak, termasuk usia PAUD, didorong untuk belajar menabung melalui kegiatan pengajian sebagai latihan agar kelak mampu berkurban.
Sekretaris DPW LDII Lampung, Ahmat Nurdin, menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga kesalehan sosial. Melalui berbagi, seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan kebahagiaan Idul Adha.
Ia menambahkan, nilai kebersamaan yang terbangun dari ibadah kurban akan memperkuat ukhuwah basyariyah. Hal ini menjadi modal sosial penting bagi umat Islam dalam membangun persatuan dan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Menurutnya, ibadah kurban juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi peternak. Semakin banyak masyarakat yang berkurban, maka kesejahteraan peternak dan keluarganya turut meningkat, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor peternakan di daerah.

















