Kalianda (6/5). Ketua DPD LDII Kabupaten Lampung Selatan, H. Sugiono, menghadiri pembukaan Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) yang digelar Polres Lampung Selatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kehadiran LDII menjadi wujud nyata dukungan terhadap kegiatan pembinaan generasi muda berbasis nilai keagamaan.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Mapolres Lampung Selatan pada Senin (4/5) itu diikuti sebanyak 657 peserta dari kalangan santri dan pelajar se-Kabupaten Lampung Selatan. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda dalam menghafal dan mencintai Al-Qur’an.
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri dalam sambutannya menyampaikan bahwa MHQ merupakan bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan religius dan edukatif. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana membangun karakter generasi muda yang kuat secara spiritual.
“Melalui kegiatan Musabaqah Hifdzil Qur’an ini, kami ingin menghadirkan ruang positif bagi generasi muda untuk mencintai Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter spiritual mereka. Ini bukan sekadar lomba, tetapi juga bagian dari pembinaan moral dan akhlak,” ujar Toni.
Ia menambahkan, MHQ juga diharapkan mampu mempererat silaturahim antarpeserta serta menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan nilai moral. Ia menyebut, pembangunan daerah harus diiringi dengan penanaman nilai-nilai spiritual agar menghasilkan masyarakat yang berkarakter.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD LDII Lampung Selatan, H. Sugiono, mengapresiasi langkah Polres Lampung Selatan yang menginisiasi kegiatan MHQ. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan program pembinaan generasi muda yang selama ini juga dijalankan oleh LDII.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri dalam membina generasi muda, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga dari sisi spiritual dan moral. Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ungkap Sugiono.
Sugiono menambahkan, MHQ bukan sekadar ajang lomba hafalan, melainkan sarana membentuk karakter generasi Qur’ani yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dinilai penting di tengah tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Menurutnya, sinergi antara LDII, pemerintah daerah, dan aparat keamanan seperti Polri menjadi kunci dalam membangun generasi yang religius, berakhlak mulia, serta memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.

















