Bandar Lampung (7/8). DPW LDII Lampung sukses menggelar acara talkshow inspiratif bertajuk “Pemuda Harapan Bangsa: Tantangan dan Peluang Menuju Indonesia Emas 2045” di Pondok Pesantren Nurul Huda, Lampung Selatan. Acara ini berhasil menarik perhatian ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk para pemuda, tokoh masyarakat, serta para santri dan santriwati yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Talkshow ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga menjadi wadah inspirasi bagi generasi muda untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan yang penuh tantangan dan peluang.
Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh profesional yang berkompeten di bidangnya, seperti dr. Dicky Budiman, M.Sc.PH., Ph.D., seorang peneliti kesehatan masyarakat dari Universitas Griffith, Australia, yang dikenal atas kontribusinya dalam bidang epidemiologi dan kebijakan kesehatan global. Selain itu, dr. H.M. Aditya, M.Biomed, yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPW LDII Lampung, turut hadir sebagai keynote speaker. Keduanya berbagi wawasan dan pengalaman berharga, memberikan pandangan tentang bagaimana pemuda dapat menjadi kekuatan pendorong dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Talkshow yang dipandu oleh Johan Wahyudi, M.Pd., seorang akademisi dan pengurus DPW LDII Lampung, berjalan dengan penuh antusiasme. Johan, dengan pengalamannya dalam dunia pendidikan dan organisasi, berhasil menggali pandangan dan ide-ide inspiratif dari para narasumber, sekaligus mendorong partisipasi aktif dari para peserta. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika dr. Dicky Budiman memaparkan kiat-kiat praktis bagi generasi muda untuk mengembangkan diri dan menjadi bagian dari generasi emas Indonesia di tahun 2045.
Dalam sambutannya, dr. Aditya menekankan bahwa peran generasi muda sangatlah krusial dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sebuah visi yang menginginkan Indonesia menjadi negara maju dengan daya saing tinggi dan kualitas hidup yang lebih baik. Menurutnya, tantangan yang dihadapi oleh generasi muda di era modern ini sangat beragam, mulai dari perubahan teknologi yang begitu cepat, isu-isu lingkungan yang semakin mendesak, hingga dinamika sosial yang kompleks. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa generasi muda harus mempersiapkan diri dengan baik, tidak hanya dalam hal pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dalam hal mental dan karakter. “Pemuda harus siap menjadi agen perubahan yang adaptif dan berdaya saing. Mereka harus mampu mengatasi tantangan dan memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk pembangunan bangsa,” ungkap dr. Aditya.
Sementara itu, dr. Dicky Budiman memberikan pemaparan yang sangat inspiratif, di mana ia membagikan pengalamannya dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia internasional. Ia mengajak para peserta untuk tidak takut bermimpi besar dan terus berinovasi dalam setiap bidang yang mereka tekuni. Menurutnya, sikap adaptif, inovatif, dan produktif merupakan kunci utama untuk menjadi bagian dari generasi emas 2045. Ia juga menekankan pentingnya memiliki visi yang jelas, serta keberanian untuk keluar dari zona nyaman demi mencapai tujuan yang lebih besar. “Jangan pernah takut bermimpi, tapi pastikan bahwa mimpi itu diiringi dengan kerja keras dan strategi yang tepat,” ujar dr. Dicky.
Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para peserta berkesempatan untuk bertanya langsung kepada para narasumber. Pertanyaan yang diajukan pun beragam, mulai dari isu kesehatan global, tantangan dalam dunia pendidikan, hingga strategi pengembangan karir bagi generasi muda. Sesi ini berlangsung dengan penuh keakraban, menunjukkan kedekatan antara narasumber dengan para peserta. Sebagai penutup, seluruh peserta dan narasumber melakukan sesi foto bersama, yang menjadi momen kenang-kenangan berharga dari acara tersebut.
Melalui talkshow ini, DPW LDII Lampung berharap dapat terus menginspirasi dan memotivasi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang menuju Indonesia Emas 2045.

















