Sukadamai (26/01). “Warga LDII yang saat ini didapuk sebagai pengurus di berbagai tingkatan hendaknya dapat meningkatkan amal saleh karya dan kontribusinya bagi kemaslahatan di tengah masyarakat” ujar KH. Suwanto, anggota Dewan Penasihat DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW-DPD LDII se-Lampung pada Minggu (26/01) di Masjid Baitul Jannah Desa Sukadamai Natar Lampung Selatan.
KH Wanto juga mengingatkan agar para pengurus dapat bergerak memimpin organisasi dengan rukun dan kompak serta menerapkan budi luhur. Dengan penerapan budi luhur akan menjadikan LDII semakin dekat dan dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa dan negara.
“Sebagai pengurus Bapak-bapak agar memimpin organisasi dengan rukun dan kompak. Bapak-bapak juga supaya berbudi luhur agar organisasi ini semakin dekat bahkan dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.
LDII dalam pengabdiannya berfokus kepada delapan bidang salah satu diantaranya dalam bidang pendidikan. LDII memfokuskan pendidikan untuk generasi muda pada tiga aspek yaitu pendidikan agama, pendidikan umum dan pendidikan karakter. Pendidikan agama diselenggarakan oleh pondok pesantren, majelis taklim, TPQ dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya. Pendidikan umum diselenggarakan oleh sekolah dan perguruan tinggi. Sedangkan pendidikan karakter diselenggarakan oleh seluruh unsur yang ada dilingkungan LDII, terutama para pengurus. Beliau mengharapkan para pengurus bisa berperan aktif dalam pendidikan kepada generasi penerus.
“Para pengurus hendaknya bisa berperan aktif dalam pembinaan dan pendidikan kepada para generasi penerus, jangan sampai generus kita menjadi beban negara di masa yang akan datang. Justru generus kita harus berkontribusi terhadap kemajuan bangsa ini,” harapnya.
Rakorwil ini merupakan agenda rutin tiga bulanan DPW LDII Provinsi Lampung dengan lokasi yang jadwal secara rotasi diseluruh DPD se-Lampung. Disamping diikuti oleh Dewan Penasihat dan Pengurus DPW, kegiatan ini juga diikuti oleh Pengurus Harian DPD LDII Kabupaten/Kota se-Lampung.

















