Bandar Lampung (28/8). Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al-Awwabin Sukarame yang berada di bawah naungan DPD LDII Kota Bandar Lampung sukses menyelenggarakan masa orientasi santri baru bertajuk “ARKAPRANA” pada 23–24 Agustus 2025. Kegiatan berlangsung di Aula PPM Al-Awwabin serta sekitaran komplek Perumahan LDII Sukarame.
ARKAPRANA, singkatan dari “Arungan Kebersamaan, Perjalanan, dan Ada Mahasiswa Baru”, bukan sekadar nama, tetapi mengandung filosofi mendalam. “Arungan” dan “Perjalanan” menandai orientasi ini sebagai awal proses panjang yang transformatif. “Kebersamaan” menegaskan pentingnya ukhuwah Islamiyah, sedangkan “Ada Mahasiswa Baru” menandai fase transisi peserta menuju identitas baru sebagai insan akademis. Dengan demikian, ARKAPRANA tidak hanya menjadi seremonial penerimaan, tetapi juga kerangka pikir yang menanamkan visi jangka panjang sejak hari pertama.
Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk generasi muda yang unggul dalam akademik sekaligus kokoh dalam akhlak dan iman. Hal ini sejalan dengan visi LDII dalam mencetak insan Profesional Religius—sumber daya manusia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap menjunjung tinggi nilai agama dalam setiap aspek kehidupan. Melalui rangkaian materi, kegiatan sosial, dan pembinaan spiritual, mahasiswa baru dibekali peta dan kompas untuk mengarungi kehidupan kampus dan tantangan zaman modern.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi tentang “Tata Krama” dari Caniggia Khoiri Darmawan (Cak Gia). Materi ini bukan sekadar etika formal, tetapi pengamalan nyata dari Akhlaqul Karimah, pilar pertama dalam “Tri Sukses Generus” LDII. Selanjutnya, Pembina PPM Al-Awwabin, AIPTU H. Sugianto, memberikan nasihat mengenai pentingnya mahasiswa memiliki 29 Karakter Luhur sebagai bekal spiritual dan pegangan hidup untuk menjaga hidayah Allah.
Ketua PPM Al-Awwabin, Hanif Anshori, mengapresiasi keberhasilan kegiatan ARKAPRANA. Menurutnya, orientasi ini mampu memberi bekal lengkap dan seimbang, mulai dari pembinaan akhlak, penguatan spiritual melalui 29 Karakter Luhur, pembangunan keakraban sosial, hingga kesiapan intelektual dalam menghadapi tantangan akademik dan teknologi modern.

















