Bandar Lampung (27/1). Musyawarah Provinsi (Musprov) VI PERSINAS ASAD Lampung yang berlangsung di Bandar Lampung pada Sabtu (24/1) lalu, menjadi ajang penguatan visi besar perguruan. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PB PERSINAS ASAD menekankan bahwa kejayaan organisasi ke depan bergantung pada implementasi strategi “Tiga Pilar”, yakni Organisasi, Prestasi, dan Tradisi.
Hal tersebut disampaikan oleh Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si (Han) melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Sekretaris Umum PB PERSINAS ASAD, Weda Hendragiri, S.Pd., M.M. Saat membuka acara, ia menggarisbawahi bahwa ketiga pilar tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Pada pilar Organisasi, H. Sukur menekankan pentingnya tata kelola profesional sebagai fondasi utama. “Pengelolaan organisasi harus dilakukan secara modern, profesional, dan akuntabel, mulai dari tertib administrasi hingga pemanfaatan teknologi informasi. Kaderisasi kepemimpinan juga harus berjalan, sehingga lahir pengurus yang amanah, ikhlas, dan siap bekerja untuk organisasi,” tegasnya.
Selanjutnya, pada pilar Prestasi dan Tradisi, Ketum PB PERSINAS ASAD tersebut menyoroti pentingnya menjaga marwah pencak silat sebagai warisan budaya. Ia meminta agar aspek seni tradisi, seperti kategori Tunggal, Ganda, Regu (TGR) serta festival seni, tidak dikesampingkan di tengah fokus mengejar prestasi olahraga. Hal ini agar pesilat muda tetap memiliki kebanggaan terhadap jati diri aslinya.
“Prestasi penting, tetapi jati diri sebagai perguruan silat juga harus dijaga,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa menjadi pengurus ASAD berarti siap menjadi teladan. Tidak hanya melatih fisik agar tangguh, tetapi juga membentuk akhlakul karimah. “Lampung harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan pesilat tangguh, baik secara fisik maupun mental juara,” sambung H. Sukur dalam sambutan tersebut.
Merespons arahan tersebut, Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Lampung terpilih, H. Iswahyudi, S.Pd., M.M., menyatakan kesiapannya untuk menginstruksikan “Tiga Pilar” tersebut ke seluruh pengurus kabupaten dan kota. Menurutnya, sinergi adalah kunci untuk mewujudkan pilar prestasi di tingkat daerah.
“Kami siap untuk memperkuat konsolidasi internal, merangkul seluruh pengurus kabupaten dan kota, serta membangun sinergi dengan IPSI dan pemerintah daerah. Sinergi ini sangat penting agar PERSINAS ASAD bisa berkontribusi nyata terhadap prestasi olahraga di Lampung,” ungkap H. Iswahyudi.
Musprov VI ini ditutup dengan komitmen kuat dari seluruh peserta untuk menjalankan strategi “Tiga Pilar” demi membawa PERSINAS ASAD Lampung menjadi organisasi yang lebih maju, berprestasi, dan tetap menjaga akar tradisi budi pekerti luhur.


















