Bandarlampung (26/3). Jajaran kepengurusan DPW LDII Lampung turut menghadiri webinar kolaborasi DPP LDII dengan Bank Syariah Indonesia yang bertajuk “Keluarga Ceria Indonesia Sejahtera” berlokasi di Kantor DPW LDII Lampung, Labuhan Dalam, Bandarlampung. Webinar ini sebagai bentuk tindak lanjut dan implementasi dari kerjasama bidang pengembangan dan penguatan ekosistem ekonomi syariah antara LDII dengan BSI yang ditandatangani sejak Februari lalu.
Dalam webinar tersebut, Ketua DPP LDII, Ardhito Bhinadi menyampaikan sambutannya dan menjelaskan bahwa ketahanan nasional tidak terlepas dari peran keluarga, karena ketahanan keluarga merupakan basis dari ketahanan bangsa. Keluarga merupakan pilar pertama dan utama dalam membangun bangsa dan merupakan unit terkecil yang menentukan bangsa.
“Ketika sebuah keluarga itu tangguh, maka insyaAllah negara juga akan tangguh. Ketika keluarga mandiri secara ekonomi, maka insyaAllah Indonesia juga akan mandiri secara ekonomi. Ketika keluarga ceria maka Indonesia akan sejahtera,’” jelas Ardhito.
Beliau menambahkan, untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, dibutuhkan Keluarga yang “Ceria” alias cerdas, inovatif, dan amanah. Keluarga yang cerdas adalah keluarga yang menggunakan akal pikirannya untuk selalui memikirkan selauruh anggota keluarga, seimbang dalam urusan dunia dan agamanya.
“Bagaimana pendidikan anaknya kedepan, bagaimana urusan ibadahnya. Urusan dunia dan agamanya seimbang’”, ujarnya.
Sementara keluarga yang inovatif, adalah keluarga yang senantiasa melakukan hal-hal baru untuk menumbuhkan keharmonisan dan ketahanan sosial-ekonomi keluarga, sehingga tercipta _rumahku- surgaku_.
“Baik secara sosial maupun ekonomi, inovatif dan kreatif bisa menciptakan inovasi-inovasi dalam berkomunikasi dalam keluarga, maupun secara ekonomi, bahkan bisa memutar roda ekonomi keluarga, sehingga menjadi keluarga yang menghasilkan,” tambahnya.
Yang terakhir, keluarga yang amanah. Keluarga yang amanah merupakan keluarga yang mampu menjalankan peran masing-masing untuk menjaga harmoni kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK), Sri Tresnahati Ashar menegaskan petingnya komunikasi dan interaksi yang positif dalam keluarga untuk mewujudkan iklim keluarga yang kondusif.
“Komunikasi efektif dalam keluarga itu penting dalam membangun kebahagiaan keluarga. Dengan interaksi bahasa yang positif, maka akan terjalin iklim yang kondusif dalam keluarga,” jelas Sri.
Lebih lanjut, Sri mengatakan faktor ekonomi menjadi salah satu faktor penentu ketahanan keluarga “Ketahanan keluarga merupakan cara yang efektif untuk bertahan ketika keluarga menghadapi kondisi-kondisi yang sulit,” tambahnya.
Setelah webinar usai, Ketua DPW LDII Lampung, Muhammad Aditya memaparkan tenggapannya terkait kebutuhan membangun keluarga “ceria”, yang menurut beliau sangat penting dan sejalan dengan tujuan dan cita-cita pembinaan keluarga sejahtera Indonesia di masa mendatang. Beliau juga mengungkapkan bahwa alangkah baiknya para ayah dan bunda yang telah mengikuti webinar hari ini dapat menerapkan dan mempraktikkan teori yang telah dipaparkan guna mewujudkan rumahku surgaku dalam keluarga masing-masing.(Ags/Lines Lampung)

















