Pringsewu (4/5). Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan generasi muda melalui program BRUS (Bimbingan Remaja Usia Sekolah). Program ini dilaksanakan melalui KUA Kecamatan Ambarawa dengan menyasar remaja usia sekolah di bawah binaan Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Ambarawa.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) PC LDII Kecamatan Ambarawa pada Minggu (3/5) tersebut diikuti sekita 150 remaja putra dan putri. Turut hadir dalam kegiatan ini penyuluh agama KUA Kecamatan Ambarawa, Ilyas Fatah, dan Alfis Asmanto, serta sejumlah pengurus LDII dan tokoh agama setempat.
Program BRUS ini menjadi salah satu langkah strategis Kementerian Agama dalam memberikan edukasi dan pembinaan moral kepada generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Dalam penyampaiannya, Sutopo, selaku penghulu KUA Kecamatan Ambarawa yang mewakili Kepala KUA Henderi Muzanni, menegaskan bahwa program BRUS sejalan dengan upaya pembinaan karakter yang selama ini dijalankan oleh LDII.
“Program BRUS merupakan bentuk nyata edukasi dan pendekatan persuasif kepada remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan remaja, pergaulan bebas, serta pengaruh negatif lainnya seperti penyalahgunaan narkoba. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan moral generasi muda saat ini semakin kompleks di era digital dan globalisasi,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar remaja tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki ketahanan moral dan spiritual yang kuat.
Sementara itu, Ketua PC LDII Kecamatan Ambarawa, Agus Wahyono, menyampaikan bahwa LDII memiliki perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda melalui program pembentukan 29 karakter luhur LDII.
“LDII sangat berkomitmen dalam membina remaja agar memiliki karakter unggul melalui berbagai kegiatan, seperti pengajian muda-mudi, pengajian pelajar dan mahasiswa, serta pengajian kemandirian,” jelas Agus Wahyono.
Selain itu, pembentukan karakter juga dilakukan melalui kegiatan kepramukaan yang diwadahi dalam Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara (Sako SPN), kegiatan Perkemahan Cinta Alam Indonesia, serta olahraga seperti pencak silat dan sepak bola.
“Alhamdulillah, remaja LDII tidak hanya faqih dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlaqul karimah dan kemandirian. Mereka juga sehat jasmani dan rohani, dibuktikan dengan hobi olahraga serta menjauhi rokok, minuman keras, dan narkoba,” tambahnya.
Agus Wahyono juga mengungkapkan bahwa dalam membina generasi penerus, LDII selama ini aktif berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti TNI, Kepolisian, dan Kejaksaan melalui kegiatan penyuluhan bela negara, pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta penerangan hukum.
Lebih lanjut, sinergi antara Kementerian Agama dan LDII ini juga sejalan dengan kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan bangsa melalui 8 klaster pengabdian LDII untuk bangsa, yaitu kebangsaan, keagamaan, pendidikan, kesehatan herbal, ekonomi syariah, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, energi baru terbarukan, serta teknologi digital.
Melalui program BRUS yang terintegrasi dengan pembinaan karakter LDII, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya berakhlak mulia dan berilmu, tetapi juga memiliki semangat kebangsaan, kemandirian, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan seperti LDII mampu memberikan dampak positif dalam membentuk generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
