Bandar Lampung (7/1). Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, Agama, dan Ormas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Lampung, Ahmad Jauhari, S.K.M., M.M., mendorong Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Provinsi Lampung untuk terus mengomunikasikan karya-karya positif dan kontribusi nyata LDII kepada masyarakat luas. Dorongan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahim jajaran pengurus DPW LDII Lampung di ruang kerjanya, Selasa (6/1).
Ahmad Jauhari menilai, di tengah dinamika sosial masyarakat, LDII masih kerap dihadapkan pada berbagai tuduhan negatif yang tidak berdasar. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa respons yang terukur dan berkelanjutan.
“Di sinilah pentingnya LDII untuk terus membangun komunikasi yang konsisten dan masif, tidak hanya dengan pemerintah dan aparat keamanan, tetapi juga dengan ormas lain, para pemangku kepentingan, serta masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menambahkan, komunikasi publik yang baik akan membantu masyarakat memahami kiprah dan kontribusi LDII secara utuh. Dengan begitu, stigma negatif yang beredar dapat diluruskan melalui fakta dan karya nyata di lapangan.
“Ketika masyarakat melihat langsung kontribusi LDII, maka penilaian itu akan terbentuk dengan sendirinya,” kata Ahmad Jauhari.

Lebih lanjut, ia mencontohkan pemanfaatan platform media sosial sebagai salah satu sarana strategis untuk menyampaikan pesan-pesan positif. Menurutnya, media sosial dapat menjadi etalase karya ormas, sekaligus ruang edukasi publik.
“Media sosial hari ini sangat efektif untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, termasuk mengomunikasikan program sosial, pendidikan, dan kebangsaan yang dijalankan LDII,” tuturnya.
Menanggapi arahan tersebut, Wakil Ketua DPW LDII Lampung, H. Heri Sensustadi, menyambut baik masukan dari Kesbangpol Provinsi Lampung. Ia menegaskan bahwa LDII sejak lama berkomitmen membangun komunikasi yang intens dan harmonis dengan berbagai pihak.
“LDII selalu membuka ruang dialog dan kerja sama dengan pemerintah, aparat, serta elemen masyarakat lainnya,” ujarnya.
Terkait pemanfaatan media sosial, Heri menjelaskan bahwa DPW LDII Lampung telah aktif menggunakan berbagai platform digital untuk mengomunikasikan program dan kontribusi organisasi. “Fokus kami adalah menyampaikan kiprah LDII dalam delapan bidang pengabdian untuk bangsa, mulai dari kebangsaan, keagamaan, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan. Itu menjadi arah program LDII sekarang dan ke depan,” jelasnya.
Menyinggung adanya tuduhan-tuduhan negatif terhadap LDII, Heri tidak menampik bahwa hal tersebut masih terjadi. Namun, ia memandangnya sebagai bagian dari dinamika organisasi kemasyarakatan.
“Setiap ormas keagamaan pasti memiliki pihak-pihak yang tidak suka. Apalagi LDII lahir setelah Indonesia merdeka, berbeda dengan ormas-ormas besar yang lebih dulu berdiri. Tentu konsekuensinya juga berbeda,” ungkapnya.
Sejalan dengan itu, Sekretaris DPW LDII Lampung, Ahmat Nurdin, menambahkan bahwa LDII telah melakukan perubahan mendasar sejak tahun 2006 melalui paradigma baru organisasi. Paradigma tersebut menjadi tonggak transformasi LDII dari citra negatif masa lalu menuju ormas Islam yang lebih terbuka, moderat, dan toleran.
“Paradigma baru ini menegaskan komitmen LDII untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan bangsa serta memperkuat persatuan dan kerukunan umat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa di tingkat akar rumput, warga LDII aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti kerja bakti, bantuan kemanusiaan, pendidikan karakter generasi muda, hingga penguatan nilai-nilai kebangsaan.
“Kami ingin LDII hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat, bukan sebaliknya,” ujarnya.
Melalui silaturahim ini, DPW LDII Lampung berharap hubungan baik dengan Kesbangpol Provinsi Lampung terus terjalin dan semakin kuat. LDII juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta meneguhkan perannya sebagai ormas Islam yang memberikan kontribusi positif, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
















