Lampung Selatan (16/8). Upaya pelestarian lingkungan berbasis partisipasi masyarakat kembali digelorakan melalui peresmian Bank Sampah Desa Pemanggilan pada Jumat (1/8). Kegiatan yang berlangsung di Taman Toga RT 2 Dusun Serbajadi 2 ini merupakan kolaborasi Tim KKN-PPM UGM Natarian bersama Emak.id sebagai mitra pengepul sampah, dengan dukungan penuh masyarakat dan pemerintah desa.
Peresmian turut dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan KKN UGM, Kepala Desa Pemanggilan, Kepala Dusun Serbajadi 1 dan 2, Ketua RT 2 Serbajadi 2, Ketua Remaja Islam Masjid (Risma) Sya’airullah, hingga Founder Emak.id. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan dukungan kolektif terhadap transformasi pengelolaan sampah di tingkat desa.
Bank sampah ini menjadi tonggak dimulainya uji coba sistem “JemputinBank”, sebuah platform digital yang memudahkan warga dalam memilah dan menyerahkan sampah anorganik bernilai jual. Melalui sistem ini, warga cukup melaporkan sampah yang telah dikumpulkan, lalu petugas akan menjadwalkan penjemputan secara berkala.
Pada tahap awal, program dijalankan di lingkungan Masjid Sya’airullah, Dusun Serbajadi 1. Pelaksanaan melibatkan kepengurusan muda-mudi Risma sebagai penggerak utama yang akan melanjutkan operasional setelah KKN selesai. Dengan keterlibatan generasi muda, keberlanjutan Bank Sampah diharapkan tetap terjaga dan berkembang secara mandiri.
Sebelumnya, Tim KKN UGM telah menggelar serangkaian sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah berbasis digital. Warga juga diberi edukasi tentang pemilahan sampah anorganik untuk mengurangi beban TPA sekaligus mendorong praktik ekonomi sirkular. Dengan slogan “Dari Sampah Jadi Berkah untuk Bumi yang Lebih Ramah”, program ini menjadi penanda awal perubahan perilaku menuju gaya hidup berkelanjutan.
Founder Emak.id, Bang Syam, mengapresiasi inisiatif mahasiswa UGM. “Bank sampah bukan hanya tempat menaruh sampah, tetapi sarana edukasi, perubahan perilaku, dan peningkatan ekonomi warga. Saya berharap Desa Pemanggilan dapat menjadi percontohan pengelolaan sampah di Provinsi Lampung,” ujarnya.
Saat ini, JemputinBank masih berbasis situs web dan tengah dikembangkan menjadi aplikasi mobile untuk menjangkau pengguna lebih luas. Keberlanjutan program memerlukan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, komunitas, hingga pihak swasta.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, peresmian Bank Sampah Desa Pemanggilan menjadi langkah nyata menuju desa ramah lingkungan sekaligus berdaya ekonomi. Harapannya, program ini tidak berhenti pada kegiatan KKN, melainkan tumbuh sebagai gerakan kolektif yang memperkuat ketahanan lingkungan dari akar rumput.

















