Bandar Lampung (28/8). DPD LDII Kota Bandar Lampung yang diwakili Bagian Hubungan Antar Lembaga, H. Syakur Effendi dan H. Delfion, S.T. menghadiri Rapat Koordinasi Kerukunan dan Pembinaan Umat Lintas Agama yang digelar oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung. Kegiatan berlangsung pada Rabu (27/8/2025) di Hotel Kurnia 2, Bandar Lampung dengan mengangkat tema “Menanamkan Sikap Moderasi dalam Beragama”.
Acara diikuti oleh 70 peserta yang terdiri atas tokoh agama, tokoh adat, perwakilan masyarakat, ormas keagamaan, serta unsur pemuda. Suasana rapat berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Rakor ini bertujuan membangun komunikasi antar tokoh lintas agama, memperkuat kesadaran untuk saling menghormati, serta mengoptimalkan peran tokoh umat dalam menjaga kerukunan.
Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung H. Makmur, Kasat Intel Polresta Bandar Lampung Kompol Ricky Neygersan Lado, Kasi Intel Kejari Bandar Lampung Astry Novi Lidarti, Kasdim 0410 Letkol Inf Soefrianes, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik H. Paryanto, serta Ketua FKUB Kota Bandar Lampung H. Purna Irawan.
Dalam pemaparannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Bandar Lampung, H. Makmur menekankan urgensi moderasi beragama sebagai fondasi kerukunan. Menurutnya, konsep moderasi beragama diwujudkan melalui sikap yang adil, seimbang, tidak ekstrem, serta mampu menghargai perbedaan tanpa kehilangan identitas. “Kerukunan tidak lahir dari keseragaman, melainkan dari sikap saling menghormati. Moderasi beragama adalah pondasi kokoh dalam merajut persaudaraan di tengah keberagaman,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Kesbangpol Kota Bandar Lampung, H. Paryanto, memaparkan kebijakan dan program Pemkot dalam merawat kerukunan. Ia menyebutkan bahwa Bandar Lampung sebagai kota multikultural memiliki keberagaman yang sekaligus menjadi potensi dan tantangan. “Oleh karena itu, pemerintah kota memperkuat FKUB, menggelar dialog lintas agama, dan memberikan dukungan melalui hibah organisasi keagamaan. Semua itu diharapkan menciptakan suasana harmonis, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung H. Yaumil Khair, yang juga hadir dalam kegiatan itu, menyambut baik diselenggarakannya rakor ini. Menurutnya, tantangan kerukunan di Bandar Lampung masih cukup besar, mulai dari isu pendirian rumah ibadah, maraknya hoaks dan ujaran kebencian bernuansa SARA, hingga keterbatasan anggaran untuk keberlanjutan program. “Itulah sebabnya, kerukunan umat beragama perlu menjadi program prioritas dalam perencanaan daerah, disertai penguatan sistem deteksi dini konflik melalui sinergi FKUB, Kesbangpol, dan aparat keamanan,” pungkas Yaumil yang juga Sekretaris II FKUB itu.

















