Jakarta (14/3). Persoalan minyak goreng belum sepenuhnya selesai. Banyak keluarga di Indonesia mengeluhkan minyak goreng mahal dan langka. Hal itu menjadi perhatian DPP LDII dan politisi DPR, yang meminta pemerintah dan masyarakat bekerja sama.
“Bagi kami yang merupakan bagian masyarakat, fenomena ini menyedihkan. Ada seorang ibu meninggal dunia, saat antre minyak goreng. Padahal informasinya produksi minyak goreng mencukupi untuk kebutuhan nasional,” ujar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, saat dijumpai usai bertemu anggota DPR RI Fraksi Golkar di Kantor DPP LDII, Jakarta (14/3).
Ia mengatakan bila produksi minyak goreng telah mencukupi, artinya pemerintah perlu meningkatkan pengawasan. Agar, pasokan untuk dalam negeri tercukupi, “Tidak ada yang diam-diam mengekspor melebihi batas yang ditetapkan pemerintah,” imbuhnya.
Senada menanggapi fenomena tersebut, Ketua DPW LDII Provinsi Lampung H. M. Aditya, menyampaikan pendapatnya dan merasa sedih dengan kelangkaan minyak goreng di negara produsen minyak goreng terbesar di Dunia, namun mengalami kelangkaan dari komoditas tersebut,”ini sebuah ironi dan perlu adanya kerjasama yang baik dari pemerintah dan DPR untuk menemukan akar masalah, apakah dalam produksi, distribusi apapun itu supaya bisa diselesaikan,” tanggapnya melalui whatsapp.
“hikmah dari kejadian ini adalah sebagai masyarakat belajar untuk tidak ketergantungan dengan minyak goreng, untuk hidup lebih sehat lagi, harapan kami, semoga permasalahan ini segera diselesaikan,” tutupnya.(*)

















