Gedung Tataan (14/5). LDII harus berada di garda terdepan dalam menjaga toleransi dan harmoni di tengah-tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Sekretaris DPW LDII Lampung, H. Heri Sensustadi saat memberikan pengarahan kepada pengurus DPD LDII Pesawaran pada Senin (12/5) di Masjid Nurul Hikmah, Pesawaran, Lampung. Heri menjelaskan, Moderasi beragama adalah solusi yang mampu menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis, terutama dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.
Heri menyoroti pentingnya sinergi antara LDII dengan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang toleran. “Masyarakat yang taat terhadap agamanya masing-masing, namun menghargai perbedaan, baik itu perbedaan agama, suku, ras, budaya, maupun pendapat. Sikap toleransi ini sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan damai, serta memperkuat persatuan bangsa,” paparnya.
“Komitmen moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus terus kita kuatkan. Sebagai warga LDII, kita percaya bahwa moderasi beragama dapat menciptakan kerukunan dan toleransi, serta menolak ekstremisme dan liberalisme,” ungkap Heri.
Masih menurut Heri, moderasi beragama memiliki empat indikator, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal. “Komitmen kebangsaan ini selaras dengan 8 bidang pengabdian LDII untuk Bangsa yang pertama, yaitu wawasan kebangsaan. Kita menempatkan wawasan kebangsaan pada poin pertama kerena kebangsaan menjadi fondasi penting kehidupan bersama sebagai bangsa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Heri memaparpan pentingnya wawasan kebangsaan dan cinta terhadap tanah air Indonesia. Ia menggambarkan, NKRI sebagaimana kapal besar yang tengah mengarungi samudera besar, yang tentunya akan menemui ombak bahkan badai, “Kapal yang besar ini akan tetap berlayar dengan selamat jika mendapatan dukungan seluruh penumpang. Begitupula dengan Indonesia, akan tetap berdiri kokoh sebagai negara berdaulat menjadi kewajiban bersama,” tegas Heri.
Heri berharap, melalui Rakorda yang digelar LDII Pesawaran ini dapat melahirkan program-program kegiatan yang dapat memperkuat wawasan kebangsaan. “Tak kalah penting, setiap diri warga LDII diupayakan menjadi agen penguatan kebangsaan. Caranya kita ikut menyebarluaskan nilai-nilai kebangsaan mulai dari level terkecil yakni keluarga dan lingkungan sekitar,” tutup Heri.

















