Bandar Lampung (16/4). PC LDII Kecamatan Tanjung Senang menggelar “Silaturahmi Syawal 1446 H dan Halal Bihalal” jajaran pengurus PC, PAC, dan warga LDII se-Kecamatan tersebut pada Selasa (15/4). Acara yang digelar di Masjid At-Taubah, Tanjung Senang, Bandar Lampung, Lampung itu bertujuan mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan warga LDII di kecamatan itu.
H. Tri Sutanto, Ketua PC LDII setempat mengungkapkan, Silaturahmi Syawal rutin dilaksanakan setiap tahun saat Idul Fitri sebagai wadah saling maaf memaafkan sesama warga yang belum sempat saling berkunjung saat lebaran. “Kegiatan silaturahmi ini juga menjadi pertemuan perdana setelah libur hari raya. Sejak malam ini, maka semua kegiatan pengajian dan pertemuan rutin ditingkat PC dan PAC dimulai kembali,” katanya.
Sementara itu, H. Heri Sensustadi dalam tausiyahnya menekankan pentingnya konsisten untuk menjalankan nilai-nilai kebaikan selama Ramadan dalam kehidupan sehari-hari. “Selama Ramadan, kita semua telah berlomba-lomba meraih lima sukses Ramadan, yakni sukses puasa, salat tarawih, tadarus, lailatulqadar, dan zakat fitrah. Oleh karena itu, sebaiknya amalan-amalan tersebut tetap dijalankan, meski Ramadan telah berlalu, sebagai bukti bahwa hadirnya Ramadan membuat ibadah kita semakin baik,” ujar Heri.
Selain itu, Heri yang juga Sekretaris DPW LDII Lampung itu juga menghimbau jamaah yang hadir untuk menjaga komitmen moderasi beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Moderasi beragama sebagai sikap seimbang dalam menjalankan agama sendiri dan menghormati agama lain. Sebagai warga LDII, kita percaya bahwa moderasi beragama dapat menciptakan kerukunan dan toleransi, serta menolak ekstremisme dan liberalisme,” ungkap Heri.
Masih menurut Heri, moderasi beragama memiliki empat empat indikator yang sama-sama harus dijunjung tinggi oleh umat beragama. “Yang pertama, komitmen kebangsaan, kita wajib menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, seperti persatuan, kesatuan, dan kebhinekaan, termasuk empat konsensus dasar yaitu Pancasila, UUD, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” tegas Heri.
Lebih lanjut, Heri memaparkan indikator moderasi beragama berikutnya, yakni toleransi dan anti kekerasan. Kita menolak segala bentuk kekerasan dalam konteks agama. “Terakhir, Kearifan lokal sebagai bentuk penerimaan terhadap tradisi, ramah dalam penerimaan tradisi dan budaya lokal dalam perilaku keagamaannya,” tutupnya.
Dengan silaturahmi itu, diharapkan dapat menguatkan ikatan kekeluargaan dan persaudaraan antara pengurus dan warga LDII. Selain juga menetapi sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah (tali) kerabatnya”.

















