Bandar Lampung (28/10). Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan dunia digital, Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kota Bandar Lampung mengambil langkah nyata dengan menggelar Workshop bertema “Bijak Bersosial Media, Kreatif Berkarya, Cerdas Beretika”. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, (26/10) di Masjid Hisbullah, Labuhan Dalam, dan diikuti oleh lebih dari 300 generus putri jenjang SMP hingga SMA.
Suasana hangat dan antusias tampak sejak awal kegiatan. Para peserta, yang merupakan generasi penerus (generus) putri LDII, dengan semangat mengikuti setiap sesi yang dikemas menarik dan interaktif.
Dalam sambutannya, Tanti Darwati, anggota Bagian PPKK DPD LDII Kota Bandar Lampung, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kehormatan dan perilaku perempuan di dua dunia nyata dan digital. “Perempuan harus pandai menjaga diri dalam setiap aspek kehidupan mulai dari pergaulan, tutur kata, hingga cara berpakaian. Semua itu mencerminkan siapa diri kita sebenarnya. Di media sosial pun, hendaknya kita tetap menjaga adab, menulis dengan sopan, tidak mudah menyinggung, dan menampilkan diri secara pantas. Karena jejak digital adalah cerminan akhlak kita,” tutur Tanti dalam sambutannya.
Setelah sambutan, kegiatan berlanjut ke sesi materi inti yang menghadirkan dua narasumber muda dan inspiratif. Pemateri pertama, Amalia Fajrin Rahmadini, menyampaikan materi seputar literasi digital dan etika bermedia sosial. Ia menekankan pentingnya menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan produktif.
Amalia juga mengajak peserta untuk tidak mudah terpancing emosi atau ikut menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. “Gunakan media sosial sebagai ladang amal. Sampaikan kebaikan, inspirasi, dan nilai-nilai yang membangun. Jadikan setiap unggahan kita bermanfaat bagi orang lain,” pesannya.
Sesi kedua diisi oleh Kissisina Umahdi, yang membawakan materi bertajuk “Kreatif Berkarya dan Cerdas Beretika di Dunia Digital.” Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan penuh semangat, Kissisina mengajak para peserta untuk menumbuhkan kepercayaan diri dan keberanian dalam mengekspresikan ide-ide positif melalui karya digital. “Berkarya di media sosial bukan sekadar eksis, tapi bagaimana kita bisa memberi dampak baik. Kreatif boleh, tapi jangan kehilangan adab. Etika tetap menjadi batas yang harus dijaga,” ujarnya.
Sebagai bentuk penerapan langsung, peserta kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti sesi praktik pembuatan konten bertema “29 Karakter Luhur. Mereka menuangkan kreativitasnya dalam berbagai bentuk karya seperti video pendek, infografis, hingga narasi positif yang menggambarkan nilai-nilai akhlak mulia. Suasana tampak semarak ketika tiap kelompok mempresentasikan hasil karyanya dengan penuh percaya diri dan kebersamaan.
Menjelang akhir acara, suasana haru dan kebanggaan menyelimuti ruangan saat seluruh peserta dan panitia berfoto bersama. Acara ditutup dengan doa dan refleksi singkat tentang pentingnya menjadi muslimah yang tidak hanya cerdas secara digital, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kota Bandar Lampung berharap agar generasi muda, khususnya para muslimah, dapat menjadi pengguna media sosial yang bijak, mampu berkarya dengan nilai dakwah, serta tetap menjaga etika dan adab dalam setiap langkah kehidupan baik di dunia nyata maupun dunia maya.

















