Bandar Lampung (7/6). Ribuan umat Islam mengikuti pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah di berbagai daerah di Provinsi Lampung, termasuk warga LDII. Dalam momentum suci ini, umat Islam serentak mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil sebagai bentuk syukur atas nikmat dan karunia Allah SWT.
Dalam khutbah Idul Adha yang dibacakan di 367 titik pelaksanaan sholat Idul Adha yang diselenggarakan LDII, disampaikan pesan-pesan moral tertulis dari Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. Aditya. Pesan moral terebut juga dibacakan oleh Khatib H. Choirul Shaleh di titik pelaksanaan SMPN 19 Bandar Lampung, Tanjung Senang. Melalui pesan-pesan moral itu, H. Aditya mengajak umat islam khususnya warga LDII untuk merefleksi peringatan Hari Raya Idul Adha 1446H yang penuh hikmah dan keteladanan.
H. Aditya mengajak kaum muslimin untuk meneladani ketaatan dan keikhlasan Nabi Ibrahim AS dan putranya Nabi Ismail AS yang telah menunjukkan kepatuhan total terhadap perintah Allah SWT. “Idul Adha adalah pengingat akan peristiwa besar tentang keimanan dan ketaqwaan. Kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjalankan syariat dengan penuh keikhlasan,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa ibadah kurban merupakan simbol pengorbanan, kepatuhan, dan solidaritas sosial. Melalui penyembelihan hewan kurban, umat Islam diajak untuk meningkatkan kesalehan pribadi serta menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama, terutama kepada fakir miskin, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan. “Pembagian daging kurban bukan hanya bentuk sedekah, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahim dan kepekaan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dalam pidato tertulisnya itu, Aditya juga menyinggung pentingnya kerukunan hidup beragama, menghargai perbedaan, dan menanamkan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan berbangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga LDII, untuk menjaga harmoni sosial dengan menjunjung tinggi kearifan lokal dan budaya gotong royong.
Ketua DPW LDII ini juga menyerukan agar umat Islam mengamalkan ajaran Islam secara kaffah berdasarkan Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW. Momentum Idul Adha, menurutnya, adalah saat yang tepat untuk saling memaafkan dan menebarkan kedamaian.
Lebih jauh, Aditya mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap provokasi, berita hoaks, dan pemahaman agama yang menyimpang. Ia menekankan bahwa faham radikalisme, intoleransi, dan anarkisme adalah ancaman nyata bagi keutuhan NKRI.
“Kita harus bijak dalam menyikapi berbagai informasi, jangan mudah terpancing atau terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan. Mari jaga persatuan, hindari perpecahan,” tegasnya.
Menanggapi kondisi ekonomi yang terdampak resesi global, Aditya juga menghimbau masyarakat untuk menjalani kehidupan secara sederhana dan hemat. “Dengan bersabar dan bertawakal, kita tetap bisa menjaga kemandirian ekonomi dan meningkatkan ketahanan keluarga,” ujarnya.
Pesan-pesan tersebut diharapkan menjadi refleksi bersama dalam menjadikan Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momen spiritual yang memperkuat iman, meningkatkan kepedulian sosial, dan mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman bangsa.

















