Bandar Lampung (20/6). Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Baitusshadiq yang berada di bawah naungan DPD LDII Kota Bandar Lampung kembali menggelar kegiatan “Pengajian Asrama Akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026”. Kegiatan ini berlangsung selama sepekan dan diikuti oleh 80 santri mahasiswa dengan rangkaian materi meliputi kajian tafsir Al-Qur’an, tausiyah keagamaan, pelatihan kepemimpinan, keorganisasian, bekal kemandirian, serta dasar-dasar jurnalistik.
Ketua PPM, Tubagus Erwin Nurdiansyah, menjelaskan bahwa pengajian asrama ini merupakan agenda rutin setiap akhir semester yang bertujuan mengisi masa libur pasca ujian di kampus. “Biasanya pengajian hanya dua sesi sehari karena santri harus membagi waktu dengan kuliah. Namun, dalam program asrama ini kami adakan lima sesi per hari sehingga materi yang disampaikan jauh lebih banyak dan mendalam,” ujarnya.
Selain mempercepat proses pengkhataman tafsir Al-Qur’an, lanjut Tubagus, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan keimanan dan ketakwaan santri menjelang masa liburan panjang. Dengan pembekalan ini, para santri diharapkan tetap menjaga nilai-nilai Islam dan semangat ibadah meskipun berada di luar pengawasan langsung pondok. “Ini menjadi bekal penting agar mereka tetap berada di lingkungan yang positif dan islami selama liburan,” tambahnya.
Wakil Ketua PPM, Nurcholis, dalam sambutannya turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan masa kuliah dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan bahwa waktu kuliah adalah fase krusial dalam hidup yang tidak akan terulang, sehingga perlu diisi dengan kegiatan positif yang mendukung pertumbuhan akademik, spiritual, dan pembentukan karakter. “Kesempatan menimba ilmu di pesantren dan kampus adalah anugerah besar yang harus disyukuri dan dimaksimalkan,” ujarnya.
Nurcholis juga menekankan pentingnya usaha sungguh-sungguh dalam menggapai cita-cita. Ia mengajak para santri untuk bekerja keras, disiplin, dan pantang menyerah, karena keberhasilan hanya dapat dicapai melalui perjuangan yang konsisten. “Proses inilah yang nantinya membentuk karakter kuat dan kualitas diri yang unggul,” tegasnya.
Kegiatan pengajian asrama akhir semester ini menjadi bukti nyata komitmen LDII dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia, berilmu, dan berkarakter. Melalui program pembinaan yang berkelanjutan, LDII mendorong para santri untuk menjadi pribadi yang tangguh secara spiritual dan intelektual, serta siap menjawab tantangan masa depan dengan berbekal keimanan dan ilmu pengetahuan.

















