Pringsewu (30/11). Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang
kian pesat menuntut seluruh sektor, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk
beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara optimal. Menyikapi hal
tersebut, DPD LDII Kabupaten Pringsewu mengambil langkah strategis dengan
menyelenggarakan Pelatihan Administrasi Digital untuk meningkatkan kualitas
tata kelola organisasi. Kegiatan peningkatan kapasitas ini dilaksanakan di Aula
DPD LDII Pringsewu pada Sabtu (29/11).
Pelatihan yang secara khusus mengusung tema, “Digitalisasi Administrasi untuk
Membangun Tata Kelola Organisasi yang Akuntabel, Profesional, dan Religius.”
ini diikuti oleh 75 peserta dari seluruh jajaran pengurus utama. Mulai dari
pengurus harian DPD, seluruh Pimpinan Cabang (PC), hingga Pimpinan Anak
Cabang (PAC) se-Kabupaten Pringsewu.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali kemampuan praktis yang langsung dapat
diterapkan di unit kerja masing-masing. Adapun materi yang diberikan meliputi
pengelolaan dokumen digital, pembuatan surat menyurat modern, penyimpanan
arsip berbasis cloud, standar penomoran dan format surat resmi LDII, hingga
simulasi pembuatan surat serta administrasi PC dan PAC.
Ketua DPD LDII Pringsewu, Dian Arif Rahman, menegaskan bahwa adopsi
teknologi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjaga
relevansi dan kualitas organisasi.
“Digitalisasi administrasi bukanlah sekadar ikut-ikutan tren teknologi. Ini adalah
langkah penting agar organisasi kita mampu bekerja dengan tata kelola yang
terbuka, akuntable atau dapat dipertanggungjawabkan, dan profesional,” jelas
Dian saat membuka acara tersebut. Ia menambahkan bahwa penguasaan
administrasi digital akan membuat pekerjaan pengurus di tingkat PC dan PAC
menjadi lebih cepat, lebih rapi, dan mudah diaudit.
Dukungan kuat juga datang dari Ketua Dewan Penasehat DPD LDII Pringsewu,
KH. Dasino, yang turut hadir dalam acara pelatihan tersebut. Ia menyebut bahwa
pelatihan ini menjadi langkah awal transformasi administrasi di seluruh tingkatan
organisasi LDII Pringsewu. “Saya berharap setelah pelatihan ini, peserta mampu
mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, membuat laporan lebih tertata,
serta memanfaatkan teknologi secara maksimal. Insya Allah, administrasi yang
baik akan memperkuat kepercayaan masyarakat dan pemerintah kepada LDII,”
ungkapnya.
Aliyanto, salah satu peserta pelatihan dari PC LDII Pagelaran Utara,
menyampaikan apresiasi tinggi atas manfaat praktis pelatihan ini. Ia mengakui,
sebelum pelatihan, proses administratif di tingkat PC masih sering dilakukan
secara manual.
“Kami sekarang memiliki panduan yang jelas, mulai dari standar penomoran
surat hingga cara menyimpan arsip yang aman di cloud. Ini sangat membantu.
Kami berharap kegiatan peningkatan kapasitas yang serupa dapat diadakan
secara rutin pada tahun-tahun mendatang,” ujarnya.
Melalui terselenggaranya pelatihan ini, LDII Pringsewu bertekad untuk
memastikan seluruh pengurus di tiap tingkatan bergerak menuju manajemen
organisasi yang adaptif, efektif, dan memiliki manajemen data yang
berkelanjutan dalam menghadapi tantangan teknologi informasi.


















