Bandar Lampung (6/12). Musyawarah Daerah (Musda) VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Bandar Lampung resmi melahirkan nahkoda baru. M. Miftah Falah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung untuk masa bakti 2025-2030, menggantikan kepemimpinan sebelumnya yang telah berjalan selama dua dekade.
Keputusan ini disepakati dalam sidang paripurna Musda yang digelar di Aula DPW LDII Provinsi Lampung, Sabtu (6/12). Forum tertinggi tingkat kota yang telah berlangsung sejak Jumat (5/12) ini mengusung tema strategis, “Penguatan Sumber Daya Manusia Berkarakter Luhur, Sehat, Cerdas, Beriman Menuju Masyarakat Bandar Lampung Makmur”.
Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, Aditya, mengapresiasi jalannya musyawarah yang dinilai sukses dan kondusif tersebut. Ia juga secara khusus memberikan penghormatan kepada Yaumil, ketua demisioner yang telah mendedikasikan dirinya dalam memimpin LDII Bandar Lampung selama 20 tahun terakhir.
Dalam arahannya kepada pengurus baru, Aditya menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini harus menjadi momentum percepatan program. Ia mendesak pengurus baru segera mengukuhkan struktur agar sinergi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung dapat langsung berjalan maksimal.
“Struktur harus segera siap. Kita perlu memastikan LDII bisa terus hadir membantu pemerintah, khususnya dalam pembinaan masyarakat, agar keberadaan organisasi ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik luas,” tegas Aditya.
Ia juga berpesan, pengurus baru untuk bisa selalu menerapkan salah satu prinsip LDII dalam bekerja yakni “amal sholih riang gembira”, agar pengabdian kepada masyarakat menjadi energi positif, bukan beban psikologis.
Menyambut arahan tersebut, Ketua terpilih M. Miftah Falah menyatakan kesiapannya. Dalam pidato perdananya, ia mengatakan bahwa LDII Kota Bandar Lampung akan terus melanjutkan program kerja yang telah berjalan dengan baik, terutama 8 klaster program pengabdian LDII untuk bangsa.
“Kami akan terus berupaya meneruskan program-program kerja di bidang kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, dan energi baru terbarukan, baik yang telah ada, maupun yang belum ada,” kata Miftah.
Miftah berpendapat bahwa keberhasilan suatu organisasi adalah hasil kerja kolektif, bukan individu. “Untuk dapat memberikan dampak nyata yang signifikan, kami mengajak seluruh jajaran pengurus baru untuk bekerja sama mengibarkan panji LDII di Kota Bandar Lampung setinggi-tingginya. Setiap amanah membawa kekuatan doa, dan dengan ridho Allah, kami optimistis LDII akan terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Musda VIII ini menjadi momentum bersejarah bagi LDII Bandar Lampung dalam melakukan penyegaran organisasi, sekaligus menegaskan komitmen mencetak SDM profesional religius di tengah masyarakat perkotaan saat ini.

















