Pesawaran (30/11). Pimpinan Cabang (PC) LDII Gedong Tataan terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas sejak usia dini. Lewat kerjasama dengan Pokja Penggerak Pembina Generus (PPG) Gedong Tataan, upaya ini direalisasikan melalui gelaran “Temu Generus” tingkat PAUD, TK, dan SD yang berlangsung khidmat dan meriah di Masjid Nurul Hikmah, Sukaraja, Gedong Tataan, pada Minggu (30/11).
Kegiatan yang mengusung semangat pembinaan karakter ini diikuti oleh sedikitnya 60 peserta cilik dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di wilayah Gedong Tataan.
Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Pesawaran, Teguh Raharjo, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan acara ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah nyata organisasi dalam membina generasi muda LDII. Target utamanya adalah membentuk generasi yang memiliki 29 karakter luhur.
“Fondasi karakter ini harus ditanamkan sejak usia dini, mulai dari PAUD hingga SD. Karena, saat itulah anak-anak berada dalam masa emas pertumbuhannya. Sehingga, dengan dasar pemahaman agama yang kuat, para generus diharapkan mampu mengimplementasikan 29 karakter luhur hingga mereka dewasa nanti,” ujar Teguh saat ditemui di sela-sela acara tersebu.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, panitia mengemas acara dengan perpaduan kegiatan religius, fisik, dan kreativitas. Acara dibuka dengan pelafalan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan tahfidz cilik, dilanjutkan dengan atraksi seni bela diri Persinas ASAD yang diperagakan oleh santri Pondok Pesantren Babunnajah Al Munawir.
Selain itu, panitia juga menggelar lomba estafet bola, estafet sedotan dan mewarnai untuk para peserta. Sesi ini dirancang khusus untuk melatih kekompakan, kerja sama tim, serta menumbuhkan kreativitas peserta.
Koordinator Wilayah (Korwil) PPG Desa Gedong Tataan, Ardiansyah, menambahkan bahwa selain aspek pendidikan dan penanaman 29 karaker luhur, kegiatan ini berfungsi sebagai sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Tujuan kami sangat jelas, yakni mempererat silaturahim antara generus, pembina, dan orang tua. Kami ingin mewadahi potensi anak dalam kegiatan positif agar mereka tumbuh dalam lingkungan yang rukun, kompak, dan saleh,” kata Ardiansyah.
Ia berharap, melalui metode belajar yang menyenangkan seperti ini, motivasi anak untuk mendalami ilmu agama akan meningkat.
“Harapannya, mereka kelak dapat tumbuh menjadi anak yang saleh dan salihah, yang tidak hanya menjadi kebanggaan orang tua, tetapi juga aset berharga bagi agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan ini, LDII Gedong Tataan berharap dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga profesional, dan religius.


















