Bandar Lampung (3/12). Kelompok Kerja (Pokja) Penggerak Pembina Generus (PPG) yang berada di bawah naungan Bagian Pendidikan Agama dan Dakwah DPD LDII Kota Bandar Lampung menggelar pertemuan pengurus untuk mematangkan rencana kerja tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (29–30/11), di Villa Gayatri, Kemiling, mengusung tema “Mewujudkan Generasi Penerus yang Unggul, Berdaya Juang, dan Memiliki 29 Karakter Luhur.”
Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memantapkan arah pembinaan generasi penerus LDII, yang mencakup usia PAUD hingga pra-nikah. Penyusunan rencana kerja difokuskan pada penentuan prioritas program dan penguatan strategi pembinaan generus yang selaras dengan visi LDII, yaitu mencetak generasi yang profesional dan religius. Generasi yang sukses dalam pendidikan umum, pendidikan agama, dan memiliki 29 karakter luhur.
Ketua Pokja PPG Bandar Lampung, Ahmat Nurdin, menegaskan bahwa keberadaan Pokja PPG merupakan wujud komitmen LDII dalam membina umat, khususnya generasi muda. “Melalui penyusunan rencana kerja ini, kami berharap pendidikan keagamaan dan pendidikan 29 karakter luhur dapat benar-benar mengakar di tingkat PC dan PAC (Pimpinan Cabang dan Pimpinan Anak Cabang),” ujarnya.
Sebagai tim strategis di tingkat kabupaten/kota, Pokja PPG bertugas memfasilitasi pembinaan generus di level PC dan PAC. Pokja ini memiliki 10 bidang kerja, antara lain: kurikulum, tenaga pendidik, penggalangan dana, sarana prasarana, olahraga dan seni, tahfiz, kemandirian, keputrian, kepemudaan, serta bimbingan konseling. Seluruh bidang ini berpartisipasi aktif dalam rapat program untuk memastikan semua aspek pembinaan generus berjalan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Bandar Lampung, H. Yaumil Khair, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan implementasi dari Program 8 Klaster Kontribusi LDII untuk Bangsa, salah satunya di bidang pendidikan. Ia memaparkan bahwa LDII mengelola tiga jenis pendidikan: pendidikan sekolah, pendidikan keagamaan, dan pendidikan karakter.
“Pola program pembinaan generus dibagi menjadi empat jenjang usia, yaitu PAUD–SD (5–12 tahun), Praremaja/SMP (13–15 tahun), Remaja/SMA (16–18 tahun), dan Pranikah/Mahasiswa (19 tahun ke atas),” jelasnya. Hingga tahun 2025, LDII Bandar Lampung telah membina generus melalui 17 Pimpinan Cabang di tingkat kecamatan, 43 TPA dan majelis taklim di tingkat Pimpinan Anak Cabang, serta 2 Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM).
Wakil Ketua DPW LDII Lampung, dr. H. Bambang E. Subekti, yang secara resmi membuka kegiatan ini, mendorong seluruh pengurus Pokja PPG agar menyusun rencana kerja secara terarah dan realistis, dengan memperhatikan capaian tahun sebelumnya. “Melalui kegiatan ini, kita harapkan lahir program yang lebih konkret dan berdampak, guna mendukung kesiapan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Bambang.
Senada dengan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Natar, KH. Rahmat Hidayat Habibullah, yang mengisi materi dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya fokus pembinaan pada tiga pilar kesuksesan generus LDII: sukses pendidikan umum, sukses pendidikan agama, dan sukses 29 karakter luhur. “Setiap program yang disusun harus mengarah pada tiga sukses tersebut, sehingga generus LDII mampu menjadi pribadi yang unggul lahir batin,” pesannya.
Dengan tersusunnya rencana kerja ini, Pokja PPG LDII Bandar Lampung menargetkan peningkatan kualitas pembinaan generus secara lebih terstruktur, berkelanjutan, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi penerus yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa


















