Pesawaran (8/12). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Pesawaran menunjukkan komitmen kuat dalam merawat toleransi dan kerukunan umat beragama. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran dan dukungan penuh pengurus LDII Pesawaran dalam agenda Doa Bersama Lintas Agama Tahun 2025 yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran di Lapangan Desa Roworejo, Kecamatan Negeri Katon, pada Jumat (5/12) lalu.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan untuk memperkokoh persatuan. Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, didampingi Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri dan memperbaiki hubungan manusia dengan alam. Ia menyoroti musibah bencana alam yang melanda wilayah Sumatera dalam sepekan terakhir sebagai pengingat akan keterbatasan manusia di hadapan Sang Pencipta.
“Doa dan kesiapsiagaan merupakan upaya penting dalam menghadapi segala kemungkinan musibah bencana. Oleh karena itu, kami menyambut baik kegiatan ini karena dapat mempersatukan seluruh umat beragama dalam satu tujuan mulia. Kami berharap melalui doa bersama ini, Kabupaten Pesawaran juga senantiasa diberkahi, dilindungi, dan dijauhkan dari segala marabahaya,” tutur Nanda.
Senada dengan Bupati, Ketua FKUB Kabupaten Pesawaran, Yusup Ansori, menekankan bahwa kegiatan ini juga menjadi refleksi penting dalam memperkokoh kerukunan dan mempererat silaturahmi. Ia mengajak para tokoh agama untuk turut aktif meredam ujaran kebencian dan memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
“Setiap agama mengajarkan kebaikan, kedamaian, dan harmoni. Bersama-sama kita jaga persatuan di tengah kemajemukan dan terus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” seru Yusup.
Menanggapi seruan tersebut, Wakil Ketua DPD LDII Kabupaten Pesawaran, Teguh Raharjo, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif Pemkab dan FKUB. Dalam keterangannya di sela-sela acara, Teguh menegaskan bahwa kehadiran LDII bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata dari program pengabdian LDII, yakni penguatan wawasan kebangsaan dan keagamaan.
Teguh menjelaskan bahwa bagi LDII, kerukunan adalah modal utama dan prasyarat mutlak bagi pembangunan. Ia meyakini jika umat rukun dan masyarakat maju, maka kesejahteraan di Kabupaten Pesawaran akan lebih mudah tercapai.
“LDII siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi. Perbedaan keyakinan seharusnya menjadi perekat persaudaraan, bukan pemecah belah keadaan,” ungkapnya.
Dengan ini, LDII Pesawaran menegaskan kembali komitmen organisasi untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas dan kerukunan, demi mewujudkan Kabupaten Pesawaran menjadi lebih maju, damai dan sejahtera.


















