Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII!!
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII
No Result
View All Result
Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi Lampung
No Result
View All Result
Home Dakwah Islam

Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

by Administrator
December 10, 2025
in Dakwah Islam
0
Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

Ilustrasi: AI Generated, LINES Lampung.

29
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter

Ketika Al-Qur’an menceritakan sifat orang-orang munafik dalam surah At-Taubah ayat 54, ia tidak sedang mengabadikan potret masa lalu. Ayat itu tidak dibatasi ruang dan waktu. Justru ia membawa konteks itu hidup dan relevan, dari generasi ke generasi tanpa jeda, tanpa putus. Maka sesungguhnya, ayat ini sedang berbicara kepada kita: manusia modern yang kerap terjebak dalam rutinitas ibadah, namun sering kehilangan ruhnya.

وَمَا مَنَعَهُمْ اَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقٰتُهُمْ اِلَّآ اَنَّهُمْ كَفَرُوْا بِاللّٰهِ وَبِرَسُوْلِهٖ وَلَا يَأْتُوْنَ الصَّلٰوةَ اِلَّا وَهُمْ كُسَالٰى وَلَا يُنْفِقُوْنَ اِلَّا وَهُمْ كٰرِهُوْنَ

“Dan tidak ada yang menghalangi diterimanya infak-infak mereka melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya; dan mereka tidak mengerjakan shalat melainkan dengan malas, serta tidak berinfak kecuali dengan rasa enggan.” (QS. At-Taubah: 54)

Ayat ini menyingkap dua penyakit batin yang amat halus, tetapi sangat berbahaya: malas beribadah dan enggan memberi. Shalat yang semestinya menjadi oase rohani, terasa seperti beban rutinitas. Infak yang seharusnya menjadi kebahagiaan, justru dianggap kehilangan, bahkan ada yang sampai merasa dirampok atau dipaksa.

Namun peringatan ini bukan sekadar teguran melainkan ajakan untuk merenung dan kembali memahami makna ibadah yang sejati: ibadah yang lahir dari cinta, bukan keterpaksaan; dari kesadaran, bukan kebiasaan kosong.

Ketika Ibadah Menjadi Rutinitas yang Kehilangan Ruh

Kita hidup di zaman yang serba cepat dan penuh tuntutan. Jadwal kerja, aktivitas digital, serta hiruk-pikuk kehidupan modern membuat shalat sering tergeser, diundur, atau dilupakan. Kita mulai pandai membuat alasan yang sebenarnya hanya pembenaran.

Begitu pula dengan infak.
Ia dikalkulasi oleh ketakutan kehilangan, ditunda oleh hitungan kebutuhan, dikikis oleh sifat kikir, dan bahkan dibisiki keserakahan. Padahal, kemalasan dan kebencian terhadap amal baik bukan sekadar soal uang atau waktu. Itu adalah cermin dari jiwa yang kehilangan kepekaan.

Saat hati terlalu sibuk mengejar dunia, ia lupa menikmati kedekatan dengan Sang Pencipta. Ibadah menjadi mekanis; gerak tubuh berjalan, tetapi ruhnya tertinggal. Kita shalat karena “harus”, bukan karena rindu. Kita memberi karena takut dosa, bukan karena cinta.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan:

“Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.”
(HR. Muslim no. 2564)

Betapa jelas: masalah kita bukan kurangnya gerakan, tetapi hati yang kian keras dan kehilangan makna.

Shalat dan Infak: Dua Sayap yang Membawa Manusia Terbang

Al-Qur’an berkali-kali menggandengkan shalat dan infak. Bukan tanpa alasan.

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ
“Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Shalat menegakkan hubungan kita dengan Allah.
Infak memperkuat hubungan kita dengan sesama.

Kedua hal ini adalah dua sayap yang membuat hidup tenang dan bermakna. Tanpa shalat, arah hidup hilang. Tanpa infak, kedamaian batin lenyap. Orang yang malas shalat mudah goyah, gelisah, dan kehilangan pegangan. Orang yang benci infak mudah kikir, takut kekurangan, dan merasa tidak pernah cukup.

Teguran dalam At-Taubah 54 sebenarnya adalah panggilan untuk menyembuhkan dua sayap batin yang melemah itu.

Dari Keterpaksaan Menuju Keikhlasan

Banyak yang merasa ibadah itu berat. Bukan karena ibadahnya, tetapi karena belum merasakan manisnya.

Para ulama berkata:

“Barang siapa merasakan manisnya iman, ia tak akan merasa lelah dalam ketaatan.”

Keterpaksaan adalah musuh keikhlasan.
Kewajiban terasa berat, tetapi cinta menjadikannya ringan.

Shalat yang dilakukan dengan cinta adalah ruang pertemuan antara hamba dan Tuhannya.
Infak yang dilakukan dengan cinta adalah kegembiraan, bukan kehilangan. Sebab Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sedekah tidak akan mengurangi harta.”
(HR. Muslim no. 2588)

Orang yang yakin pada janji Allah tidak takut memberi. Ia tahu bahwa setiap rupiah yang keluar tidak hilang tetapi justru kembali dengan cara yang lebih baik, bersih, dan penuh keberkahan.

Kepemimpinan Batin: Puncak Kedewasaan Spiritual

Di era modern, banyak orang mengejar kepemimpinan lahiriah: jabatan, panggung, pengaruh. Tetapi mereka lupa memimpin dirinya sendiri.

Memimpin diri untuk shalat tepat waktu adalah kepemimpinan.
Mengajak diri untuk murah hati adalah kepemimpinan.
Menundukkan ego, melawan rasa malas, dan melatih hati untuk tulus itulah kepemimpinan batin yang sejati.

Pemimpin yang paling mulia bukan yang pidatonya lantang, melainkan yang sajadahnya basah. Bukan yang panggungnya tinggi, tetapi yang hatinya rendah dan lembut.

Menemukan Ketenangan: Dari Dunia ke Surga Hati

Malas shalat dan benci infak adalah gejala dari kegelisahan yang lebih dalam: rasa tidak cukup, takut kehilangan, dan keinginan berlebihan untuk mengontrol hidup.

Ketika kita kembali percaya bahwa semua milik Allah, beban itu perlahan hilang.

Ketenangan hadir bukan karena hidup tanpa masalah, tetapi karena hati kembali pasrah.

Dari hati yang pasrah, lahirlah ibadah yang penuh cinta, syukur, dan rindu. Inilah makna firman Allah:

“Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
(QS. Al-An‘ām: 162)

Jangan menilai diri dari banyaknya amal, tetapi lihatlah ketulusannya.
Jangan menghitung besarnya infak, tetapi ukur seberapa besar cinta yang mengiringinya.

Sebab amal yang malas dan enggan tidak pernah naik ke langit. Yang diterima hanyalah amal yang disertai hati yang hidup.

Semoga kita bukan termasuk orang yang malas shalat dan enggan berinfak, tetapi menjadi hamba yang kembali menemukan nikmatnya ketaatan perlahan, namun pasti.

Tags: ibadah umat islammeningkatkan kualitas shalatmotivasi beragamapembinaan karakter muslimpentingnya berinfak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
mensholati jenazah

Praktek Sholat Jenazah dan Keutamaannya

March 14, 2025
Musda VIII, LDII Bandar Lampung Punya Nahkoda Baru

Musda VIII, LDII Bandar Lampung Punya Nahkoda Baru

December 6, 2025
Pengajian Sarimbit LDII Bandar Lampung: Bekali Pasutri Kunci Sukses Pernikahan Abadi

Pengajian Sarimbit LDII Bandar Lampung: Bekali Pasutri Kunci Sukses Pernikahan Abadi

December 2, 2025
Kreatif di Era Digital: Cara Keputrian Irmas Sejati Siapkan Remaja Putri Berdaya Finansial

Tiga Atlet Muda LDII Pemanggilan Antarkan FORSGI Bandar Lampung Juarai Festival Atlantik

December 25, 2025
Panduan Syar’i Cara Bersuci

Panduan Syar’i Cara Bersuci

1
Isi Libur Sekolah, PAC LDII Sumur Batu Gelar Pesantren Kilat untuk Penguatan Karakter Generasi Muda

Isi Libur Sekolah, PAC LDII Sumur Batu Gelar Pesantren Kilat untuk Penguatan Karakter Generasi Muda

0
Bupati Pesawaran Melalui Staf Ahli Resmikan Pusat Keunggulan Sepak Bola Ponpes Binaan LDII

Bupati Pesawaran Melalui Staf Ahli Resmikan Pusat Keunggulan Sepak Bola Ponpes Binaan LDII

0
Bekali Kemandirian, Generasi Muda LDII Pemanggilan Dalami Ilmu Kecerdasan Keuangan

Bekali Kemandirian, Generasi Muda LDII Pemanggilan Dalami Ilmu Kecerdasan Keuangan

0
Buka Pesantren Kilat LDII, Kades Sindang Sari Apresiasi Pembinaan Generasi Muda

Buka Pesantren Kilat LDII, Kades Sindang Sari Apresiasi Pembinaan Generasi Muda

January 2, 2026
Tutup Tahun 2025, LDII Sidosari Gelar Pengajian Sekaligus Bagikan Rapor Santri

Tutup Tahun 2025, LDII Sidosari Gelar Pengajian Sekaligus Bagikan Rapor Santri

January 2, 2026
Cendekiawan Muslim PTIQ Jakarta Silaturahim dengan Dekan FDIK UIN RIL, Bahas Nasionalisme dan Dakwah LDII

Cendekiawan Muslim PTIQ Jakarta Silaturahim dengan Dekan FDIK UIN RIL, Bahas Nasionalisme dan Dakwah LDII

January 2, 2026
Picu Semangat Santri, TPA At-Taqwa Padang Cermin Berikan Apresiasi Capaian Hasil Belajar

Picu Semangat Santri, TPA At-Taqwa Padang Cermin Berikan Apresiasi Capaian Hasil Belajar

January 1, 2026

NASEHAT

Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun
Dakwah Islam

Menghindari Dosa Jelang Pergantian Tahun

by LINES DPW LDII Lampung
December 30, 2025
0

Oleh Dewan Penasehat DPP LDII KH Edy Suparto Hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, kita akan meninggalkan tahun 2025 dan...

Read more
Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

Jika Ibadah Mulai Terasa Berat…

December 10, 2025
Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

Post-Truth dalam Islam: Ancaman atau Tantangan?

April 29, 2025
8 Cara Memaksimalkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan

8 Cara Memaksimalkan Ibadah di 10 Malam Terakhir Ramadan

March 23, 2025
Makna, Keutamaan dan Doa Malam Lailatul Qadar

Makna, Keutamaan dan Doa Malam Lailatul Qadar

March 20, 2025

DPW LDII Lampung

Jl. Bumi Jaya 1 (Soekarno-Hatta) No. 10 RT. 04 Kel. Labuhan Dalam, Bandar Lampung, Indonesia

e-mail: ldiilampung@gmail.com

BERITA TERKINI

  • Buka Pesantren Kilat LDII, Kades Sindang Sari Apresiasi Pembinaan Generasi Muda January 2, 2026
  • Tutup Tahun 2025, LDII Sidosari Gelar Pengajian Sekaligus Bagikan Rapor Santri January 2, 2026
  • Cendekiawan Muslim PTIQ Jakarta Silaturahim dengan Dekan FDIK UIN RIL, Bahas Nasionalisme dan Dakwah LDII January 2, 2026

NAVIGASI

  • Home
  • Redaksi
  • Sejarah
  • Tentang LDII
  • Privacy Policy
  • Terms of Service

CATEGORY

  • Home
  • Redaksi
  • Sejarah
  • Tentang LDII
  • Privacy Policy
  • Terms of Service

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.

No Result
View All Result
  • HOME
  • ORGANISASI
    • Tentang LDII
    • Sejarah
    • Pengurus DPP LDII
    • Pengurus DPW LDII Lampung
  • CONTACT
  • BERITA
    • Nasional
    • Berita LDII Lampung
    • Asad
    • Sako
    • Lintas Daerah
  • DPD LDII SE-LAMPUNG
    • Bandar Lampung
    • Kota Metro
    • Lampung Barat
    • Lampung Selatan
    • Lampung Tengah
    • Lampung Timur
    • Lampung Utara
    • Mesuji
    • Pesawaran
    • Pringsewu
    • Tanggamus
    • Tulang Bawang
    • Tulang Bawang Barat
    • Way Kanan
  • MUSWIL VIII
    • Daftar Peserta Muswil
    • Download Materi Muswil VIII

© 2024 DPW LDII Lampung - Managed by IT Division.