Bandar Lampung (16/12). Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Lampung mengikuti Sarasehan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII dalam rangkaian Road to Munas X LDII Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Nasionalisme Berkeadaban: Merawat Pancasila, Meneguhkan Islam Wasathiyah, Membangun Indonesia Berkeadilan” ini dipusatkan di Kantor DPP LDII, Senayan, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/12). Sarasehan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh jajaran DPW, DPD, PC, dan PAC LDII se-Indonesia, baik secara luring maupun daring, termasuk DPW LDII Provinsi Lampung.
Ketua Panitia Sarasehan Kebangsaan, Prof. KH. Singgih Tri Sulistyono yang juga Ketua DPP LDII, dalam sambutannya menegaskan bahwa sarasehan ini menjadi ruang dialog kebangsaan untuk memperkuat persatuan nasional di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia menekankan pentingnya menghindari sikap saling menegasikan perbedaan.
“Perbedaan tidak boleh dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai kekuatan bangsa. Forum ini diharapkan melahirkan cara pandang yang berkeadaban dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Prof. Singgih.
Sarasehan Kebangsaan ini diikuti secara luring di 181 titik studio mini yang tersebar di seluruh Indonesia, melibatkan jajaran DPW dan DPD LDII, serta PC dan PAC LDII di berbagai wilayah. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, serta unsur pemuda dari berbagai daerah.
Di Provinsi Lampung, kegiatan ini diikuti secara aktif oleh pengurus DPW LDII Provinsi Lampung. Hadir mengikuti sarasehan antara lain unsur Wakil Ketua, H. Heri Sensustadi, H. Fahdian Iskandar, dan H. M. Miftah Falah, unsur sekretaris Ahmat Nurdin, Nurhuda Budi Pamungkas, dan Ilham Saputra, serta unsur biro, Sukadi, H. Irwan, H. Tri Sutanto, Virgiawan Bayu, dan Abid Abdillah. Sementara itu, pengurus DPD LDII kabupaten/kota se-Provinsi Lampung mengikuti kegiatan ini melalui sedikitnya 14 titik luring yang tersebar di berbagai daerah.
Sarasehan Kebangsaan tersebut menghadirkan dua narasumber nasional. Pemateri pertama, Prof. Yudi Latif, memaparkan pentingnya nasionalisme berkeadaban sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menegaskan bahwa Pancasila merupakan nilai pemersatu bangsa yang harus terus dirawat dan diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemateri kedua, Dr. Marjuki Al Jawi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mengulas konsep Islam Wasathiyah atau Islam moderat. Ia menekankan bahwa keberagamaan sejati tercermin dari akhlak dan perilaku sosial yang membawa kemaslahatan bagi sesama.
“Agama harus menjadi penyelamat dari kegersangan kehidupan. Dakwah hendaknya dilakukan dengan cara merangkul, bukan memukul; mengajak, bukan mengejek,” tegasnya.
Melalui Sarasehan Kebangsaan ini, DPP LDII berharap seluruh elemen bangsa, khususnya jajaran pengurus LDII di tingkat pusat dan daerah, dapat terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga persatuan nasional, serta menghadirkan wajah Islam yang damai, moderat, dan berkeadaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Wakil Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. Heri Sensustadi menegaskan bahwa keikutsertaan DPW LDII Lampung dalam sarasehan ini merupakan bagian dari upaya organisasi dalam merawat nilai-nilai kebangsaan.
“Sarasehan Kebangsaan ini menjadi penguatan bagi kami di daerah untuk terus meneguhkan komitmen kebangsaan. Nilai Pancasila dan Islam Wasathiyah harus berjalan seiring dan diwujudkan dalam sikap serta kontribusi nyata di tengah masyarakat,” ujar Heri.


















