Kalianda (19/12). Ketua DPD LDII Kabupaten Lampung Selatan, H. Sugiono, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Agama guna menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kegiatan yang diinisiasi Polres Lampung Selatan ini digelar di Aula Rupatama Radin Intan, Mapolres Lampung Selatan, Rabu (17/12).
Rakor tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektoral demi menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman, nyaman, dan kondusif sepanjang perayaan Nataru.
Acara dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, serta dihadiri jajaran pimpinan TNI, Pemerintah Daerah, tokoh lintas agama, serta tokoh adat. Hadir di antaranya perwakilan Kodim 0421/LS, FKUB, Kesbangpol, Kementerian Agama, MUI, NU, Muhammadiyah, LDII, serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dalam paparannya, AKBP Toni Kasmiri menjelaskan tahapan Operasi Lilin Krakatau 2025 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.
“Pengamanan Nataru bukan hanya tugas Polri, melainkan tanggung jawab bersama. Sinergi lintas agama adalah kunci utama menciptakan kedamaian di Lampung Selatan,” tegas AKBP Toni. Ia menambahkan, terdapat 163 gereja di wilayah tersebut yang menjadi fokus pengamanan, termasuk gereja-gereja prioritas dengan jemaat besar.
Selain pengamanan rutin, Polres telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menghadapi situasi kontinjensi, seperti gangguan keamanan hingga mitigasi bencana alam. Kapolres juga menekankan sanksi pidana tegas bagi pelaku tindakan intoleransi.
Senada dengan hal itu, Ketua FKUB Lampung Selatan, KH. Ahmad Rafiq Udin, mengapresiasi langkah proaktif Polres dan menekankan pentingnya penguatan nilai toleransi sejak dini melalui program sosialisasi ke sekolah-sekolah.
Pada sesi diskusi, Ketua DPD LDII Lampung Selatan, H. Sugiono, turut mengapresiasi rencana pengamanan tersebut dan mendalami teknis penanganan provokasi di media sosial serta prosedur pelaporan bencana alam. Ia menegaskan bahwa dukungan LDII merupakan wujud komitmen organisasi dalam merawat kerukunan di Lampung Selatan.
“Kami dari LDII siap mendukung langkah Polres Lampung Selatan dalam menjaga kondusivitas wilayah, sekaligus mengajak warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi hoaks, khususnya di media sosial,” ujar H. Sugiono.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa masyarakat dapat melaporkan segala bentuk provokasi digital dengan melampirkan bukti yang kuat. Terkait bencana alam, Polres telah menyiagakan personel khusus yang siap melakukan tindakan cepat di lapangan.
Melalui rakor ini, seluruh elemen masyarakat Lampung Selatan bersepakat menjaga toleransi agar perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 berlangsung damai dan harmonis.


















