Way Jepara (22/12). Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Lampung sukses menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW–DPD LDII se-Provinsi Lampung yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Haq, Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (21/12).
Rakorwil ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi dan koordinasi program kerja LDII secara internal, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum penguatan sinergi lintas organisasi, khususnya dalam bidang pembinaan generasi muda (generus). Salah satunya dengan menghadirkan Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Lampung,H. Iswahyudi sebagai bagian dari upaya menyelaraskan program pembinaan generus LDII.
Kehadiran Persinas ASAD dalam Rakorwil tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah terjalin antara LDII dan Persinas ASAD. Di tingkat pusat, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII bersama Pengurus Besar (PB) Persinas ASAD telah menandatangani MoU pada 12 Oktober 2022. Selanjutnya, kerja sama tersebut kembali dipertajam dan diperluas pada 23 Februari 2025 bertepatan dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) LDII, dengan cakupan bidang dakwah, penguatan moral, pembentukan karakter kebangsaan, hingga penyaluran bakat dan minat generasi muda.
Dalam pemaparannya, Ketua Pengprov Persinas ASAD Lampung, H. Iswahyudi, menjelaskan bahwa PB Persinas ASAD telah menyusun kurikulum pencak silat yang sistematis dan terstruktur, disesuaikan dengan tahapan usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa.
“Kurikulum ini dirancang berjenjang, memuat materi jurus, teori dasar, serta latihan fisik yang disesuaikan dengan tingkat sabuk masing-masing,” ujarnya.
Menurut Iswahyudi, kurikulum tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam lingkungan pembinaan warga LDII, khususnya bagi santri TPA/TPQ yang berada di bawah pengelolaan LDII. Ia juga menegaskan bahwa Persinas ASAD Lampung telah memiliki pelatih pencak silat yang tersertifikasi hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Artinya, secara sumber daya manusia, kami siap mendukung program pembinaan generus LDII agar mampu menguasai pencak silat secara terarah dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sekretaris DPW LDII Provinsi Lampung, Ahmat Nurdin menyambut baik pemaparan tersebut dan menaruh harapan besar agar kerja sama pembinaan generasi muda melalui pencak silat di bawah asuhan Persinas ASAD dapat terus berjalan secara konsisten pada tahun 2026 dan seterusnya. Pembinaan ini diharapkan tidak hanya melahirkan generus yang memiliki keterampilan bela diri, tetapi juga membentuk karakter yang disiplin, berakhlak mulia, serta berjiwa nasionalis.
Melalui sinergi LDII dan Persinas ASAD, DPW LDII Lampung menargetkan terwujudnya generasi penerus yang tidak hanya kuat iman dan takwa, tetapi juga kuat secara fisik, sehat jasmani, serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.


















