Bandar Lampung (28/12). Menjelang tutup tahun 2025, DPD LDII Kota Bandar Lampung menggelar “Pertemuan Akbar Generasi Usia Mandiri” di Aula Kantor DPW LDII Provinsi Lampung, Labuhan Dalam, Bandar Lampung, pada Minggu (28/12). Kegiatan ini diikuti oleh Generasi Penerus (Generus) LDII usia 23 tahun ke atas hingga sebelum menikah. Pertemuan tersebut bertujuan meneguhkan semangat generus usia mandiri untuk menjemput rezeki secara mandiri melalui dunia wirausaha, sekaligus menjadi ajang silaturahim antar generus yang secara usia telah memasuki fase pranikah.
Dalam kesempatan tersebut, DPD LDII Kota Bandar Lampung menghadirkan dua narasumber, yakni praktisi dan wirausahawan H. Kholid Fatsani serta Ustadz Yusuf Efendi. Keduanya menekankan pentingnya keseriusan generus usia mandiri dalam menekuni bidang usaha sebagai salah satu sumber penghasilan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan dan ibadah.
“Usia mandiri bukan lagi masa coba-coba, tetapi sudah harus serius menjalaninya. Banyak belajar, memperluas relasi, dan berani bekerja sama dengan orang lain,” ujar H. Kholid Fatsani di hadapan peserta.
Ia menambahkan, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukanlah kekurangan potensi, melainkan lemahnya komitmen untuk memulai. “Jangan takut salah dan jangan menunggu siap. Mulailah dari apa yang ada, lalu terus belajar,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Bandar Lampung, H. M. Miftah Falah, menegaskan bahwa LDII memiliki komitmen kuat dalam pembinaan generus sejak usia PAUD hingga pranikah. Menurutnya, LDII mengusung konsep pendidikan yang seimbang antara pendidikan umum, keterampilan, pendidikan agama, dan pembentukan karakter luhur. “Konsep pendidikan inilah yang melatarbelakangi LDII untuk terus melakukan pembinaan di setiap jenjang usia sesuai dengan kebutuhannya,” ujar Miftah Falah.
Ia menjelaskan, pada jenjang usia mandiri, pembinaan difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi. “Pada fase ini, generus dibekali pengetahuan dan wawasan dalam menjemput rezeki. Ke depan, kami telah memprogramkan berbagai pelatihan keterampilan yang akan diberikan secara bertahap kepada generus usia mandiri,” tambahnya.
Melalui Pertemuan Akbar Generus Usia Mandiri ini, LDII berharap dapat menumbuhkan semangat kemandirian, memperkuat kesiapan ekonomi, serta menanamkan nilai tanggung jawab sebagai bekal membangun rumah tangga yang mandiri, religius, dan berkarakter luhur di masa depan.


















