Jati Agung (2/1). Kepolisian Sektor (Polsek) Jati Agung memberikan edukasi khusus mengenai bahaya judi online (judol) dan perundungan dalam gelaran “MONITOR” (Momen Ngaji Muda-Mudi Akhir Tahun) yang diadakan oleh PC LDII Jati Agung, Senin (29/12/2025).
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pesantren kilat ini merupakan langkah kolaboratif antara LDII dan kepolisian untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif selama periode libur akhir tahun.
Hadir mewakili Kapolsek Jati Agung, Bhabinkamtibmas Desa Marga Kaya, Bripka Syahfepri, S.H., menegaskan bahwa momentum akhir tahun seringkali menjadi titik rawan bagi remaja terpapar perilaku menyimpang, termasuk judi online yang kini sudah merambah usia anak-anak.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingatkan bahwa korban judi online bukan hanya orang dewasa. Dampaknya sangat nyata, mulai dari kerugian harta, stres, hingga depresi yang berujung fatal,” ujar Syahfepri di hadapan 150 peserta.
Meskipun meyakini para peserta pesantren kilat tidak terpapar aktivitas tersebut, ia tetap berpesan agar para santri selalu waspada dan berhati-hati dalam menggunakan gawai dan teknologi digital lainnya.
Selain judi online, Syahfepri juga menyoroti masalah perundungan yang kerap terjadi di lingkungan remaja. Ia menegaskan bahwa bullying bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan tindakan yang memiliki konsekuensi hukum serius.
“Meskipun masih berusia muda, pelaku perundungan yang sudah menginjak usia 14 tahun tetap bisa diproses secara hukum dan terancam sanksi penjara. Jadi, jangan dianggap remeh,” tegasnya kepada sekitar 150 peserta yang hadir.
Ia meminta para santri yang menjadi korban perundungan untuk tidak takut melapor kepada pihak berwenang, mulai dari orang tua, pihak sekolah, hingga kepolisian.
Sementara itu, Ketua PC LDII Jati Agung, Iksan Maulana, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang sengaja dirancang untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang lebih bermaslahat daripada sekadar berhura-hura.
“Kami ingin para pemuda LDII memiliki bekal yang kuat. Melalui ‘Momen Ngaji Muda-Mudi Akhir Tahun’ ini, kami mengajak peserta untuk menghayati materi dari kepolisian agar bisa diterapkan sebagai prinsip hidup sehari-hari, sehingga mereka terhindar dari perbuatan yang merugikan masa depan,” pungkas Iksan.
Melalui sinergi ini, PC LDII Jati Agung berkomitmen untuk terus mencetak generasi muda yang tidak hanya paham agama, tetapi juga memiliki karakter luhur serta kesadaran hukum yang tinggi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.


















