Bandar Lampung (2/1). Cendekiawan Muslim yang juga dosen Pascasarjana PTIQ Jakarta, Dr. Ahmad Ali MD., M.A., bersilaturahim dengan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Raden Intan Lampung, Prof. Dr. KH. Abdul Syukur, M.Ag., pada Rabu (31/12/2025) malam. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, disaksikan sejumlah pengurus DPW LDII Provinsi Lampung serta perwakilan Departemen PKD DPP LDII.
Silaturahim yang digelar di Rumah Makan Begadang V Sukabumi dan Kantor Senkom, Tanjung Senang, Bandar Lampung itu dihadiri Ketua DPW LDII Lampung H. M. Aditya, Wakil Ketua H. Heri Sensustadi, Sekretaris Ahmat Nurdin, Ketua Biro OKK Johan Wahyudi, serta sejumlah pengurus DPW lainnya. Turut hadir pula anggota Departemen PKD DPP LDII, Dr. KH. Dwi Pramono, Lc., M.S.I., yang ikut menyemarakkan suasana diskusi.
Pertemuan diawali dengan perbincangan ringan seputar pertemuan awal Dr. Ahmad Ali dengan Prof. Abdul Syukur. Suasana cair dan komunikatif tampak mewarnai dialog, sebelum pembahasan mengerucut pada isu-isu strategis terkait dakwah, kebangsaan, dan peran organisasi kemasyarakatan Islam di tengah dinamika bangsa.

Dalam kesempatan itu, Dr. Ahmad Ali menyampaikan bahwa kunjungannya ke Lampung sekaligus berkaitan dengan riset yang sedang ia lakukan untuk penulisan buku ketiganya tentang LDII. Buku tersebut secara khusus mengkaji nasionalisme dan praktik dakwah LDII dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya sedang mengumpulkan data dan perspektif lapangan untuk memperkaya penulisan buku tentang LDII, khususnya terkait nasionalisme dan dakwah,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Abdul Syukur menjelaskan bahwa nasionalisme pada dasarnya lahir dari kesamaan nasib, sejarah, cita-cita, dan tujuan. Menurut Guru Besar Bidang Sosiologi Dakwah UIN Raden Intan Lampung itu, kesamaan tersebut menjadi perekat kuat yang menyatukan suatu bangsa untuk berjuang bersama demi kepentingan nasional. “Kesamaan itu menciptakan ikatan kuat dalam suatu bangsa untuk bersatu dan berjuang bersama demi kepentingan nasional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof. Abdul Syukur yang juga pernah menjabat sebagai Ketua FKPT Lampung menekankan bahwa nasionalisme di era kini mengalami pergeseran makna. Jika dahulu nasionalisme lahir dari kesamaan penderitaan akibat penjajahan, maka saat ini nasionalisme tumbuh dari kesadaran tanggung jawab sebagai warga negara.
“Nasionalisme masa kini bukan tentang melawan penjajah, tetapi tentang merawat bangsa di tengah tantangan zaman. Di sinilah peran semua lapisan anak bangsa, termasuk LDII,” tambahnya.
Ketua DPW LDII Provinsi Lampung, H. M. Aditya, dalam kesempatan yang sama menegaskan jati diri LDII sebagai organisasi yang berakar kuat pada nasionalisme Indonesia. Ia menuturkan bahwa LDII lahir, tumbuh, dan mengabdi sepenuhnya di Indonesia. “Kami lahir di Indonesia, hidup dan mencari kehidupan di Indonesia, dan bahkan mungkin akan dikuburkan di Indonesia. Oleh karena itu, menjaga Indonesia adalah kewajiban,” tegasnya.
H. Aditya juga menambahkan bahwa komitmen kebangsaan tersebut tercermin dalam berbagai program LDII. Salah satu program utama yang menjadi prioritas adalah penguatan wawasan kebangsaan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya, pengabdian kepada bangsa merupakan bagian tak terpisahkan dari peran LDII di tengah masyarakat.
Pertemuan silaturahim itu ditutup dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan, dilanjutkan dengan penyerahan buku karya Dr. Ahmad Ali kepada Prof. Abdul Syukur. Buku berjudul “Nilai-nilai Kebajikan dalam Jamaah LDII dari Amal Saleh hingga Kemandirian: Menggali dan Mengkreasikan Hikmah dalam Kehidupan” tersebut menjadi simbol pertukaran gagasan dan penguatan sinergi antara kalangan akademisi dan organisasi kemasyarakatan Islam.


















