Pringsewu (27/3). Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Pringsewu dan Gadingrejo menggelar Silaturahim Akbar dan Halal Bihalal di Masjid Baitul Izza Pringsewu, Jumat (27/3). Kegiatan ini dihadiri sekitar 800 warga dari dua kecamatan sebagai momentum mempererat tali persaudaraan setelah menjalani ibadah Ramadan, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara warga LDII.
Pembina PC LDII Kecamatan Pringsewu, H. Supriyono, menyatakan bahwa Idulfitri harus menjadi sarana merajut kembali persaudaraan sesama umat Islam. Ia menjelaskan Ramadan merupakan bulan pendidikan spiritual untuk mencetak pribadi bertakwa sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-Baqarah ayat 183.
“Ramadan adalah momen mencetak hamba Allah yang bertakwa. Maka setelah Ramadan berlalu, harapannya warga LDII mampu menjadi khoirunnas anfa’uhum linnas, yaitu manusia terbaik yang memberi manfaat bagi orang lain,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Pringsewu, H. Dasino, mengatakan bahwa kegiatan ini memudahkan warga dari dua kecamatan untuk saling bermaafan dan menyambung silaturahim, terutama bagi mereka yang belum sempat saling berkunjung saat Idulfitri.
Lebih lanjut dalam pengarahannya, H. Dasino mengingatkan agar keberkahan Ramadan terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap warga LDII dapat meningkatkan amal ibadah pada 11 bulan berikutnya, sehingga nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadan tetap terjaga.
“Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum kembali kepada fitrah, memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta memperkuat hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” pesannya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Pringsewu, Dian Arif Rahman, turut memaparkan berbagai hikmah Idulfitri sekaligus menyampaikan sejumlah kegiatan sosial yang telah dilaksanakan LDII selama Ramadan 1447 Hijriah.
Program tersebut meliputi pemberian tali asih kepada guru ngaji, santunan anak yatim dan kaum duafa, pembagian takjil gratis kepada masyarakat, serta pemberian pakaian layak pakai kepada warga yang membutuhkan.
Menurutnya, kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial warga LDII sekaligus implementasi nilai-nilai ibadah dalam kehidupan bermasyarakat.
“Beribadah tidak hanya dilakukan dalam bentuk ritual semata, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan tindakan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa berbagai kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi organisasi bagi masyarakat luas.
“Ketika warga LDII hadir di tengah masyarakat dengan membawa manfaat, membantu sesama, dan menjaga kerukunan, maka secara alami masyarakat akan melihat LDII sebagai organisasi yang peduli dan memberi kontribusi nyata,” jelasnya.
Melalui pendekatan amal makruf bil hal, yakni berdakwah melalui tindakan nyata, LDII berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, dan penuh kepedulian sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Dian Arif Rahman juga mengajak seluruh warga LDII untuk bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Ia mengingatkan agar warga LDII tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya serta tidak ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah masyarakat.
“Media sosial harus kita gunakan sebagai sarana menyebarkan kebaikan, mempererat silaturahim, dan memberikan informasi yang bermanfaat. Jangan sampai kita ikut menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya karena dapat merugikan banyak pihak,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa sikap bijak dalam bermedia sosial merupakan bagian dari tanggung jawab moral sebagai warga negara sekaligus implementasi nilai 29 karakter luhur, seperti jujur, amanah, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Acara Silaturahim Akbar tersebut diakhiri dengan doa bersama serta saling bersalaman sebagai wujud mempererat persaudaraan di antara warga LDII.

















