Bandar Lampung (26/4). DPW LDII Provinsi Lampung menggelar Talkshow Kesehatan bertema “Peran Strategis Perempuan dalam Pencegahan Stunting untuk Mewujudkan Generasi Sehat” di Aula Kantor DPW LDII Lampung, Minggu (26/4). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dr. Tutik Ernawati, M.Gizi., Sp.GK. dan dr. Aprilia Damayanti, serta diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan remaja usia lulusan SMA hingga 26 tahun.
Ketua DPW LDII Lampung, dr. H. M. Aditya, M.Biomed dalam sambutannya menegaskan bahwa pembinaan generasi muda, khususnya perempuan, menjadi langkah strategis dalam menyiapkan masa depan bangsa. Ia mengapresiasi meningkatnya kesadaran remaja yang mulai peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya, termasuk peran mereka dalam keluarga.
“Adik-adik sekarang sudah mulai punya kepedulian, tidak sekadar menjadi beban, tetapi juga berpikir bagaimana bisa membantu. Ini adalah tanda bahwa generasi kita mulai siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai program pembinaan seperti kegiatan keputrian, pelatihan, dan forum edukasi merupakan bagian dari proses panjang dalam mempersiapkan regenerasi yang berkualitas. Menurutnya, generasi muda perlu dibekali tidak hanya dengan ilmu agama, tetapi juga keterampilan hidup dan kepedulian sosial.
“Tantangan ke depan semakin kompleks. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Negara-negara maju pun saat ini menghadapi kesulitan ekonomi dan ketatnya persaingan kerja,” jelasnya.
Ia mencontohkan kondisi di Selandia Baru dan sejumlah negara Eropa yang kini turut mengalami tekanan ekonomi. Hal tersebut menunjukkan bahwa perubahan global menuntut kesiapan generasi muda agar mampu bertahan dan berkontribusi secara nyata di tengah dinamika yang terus berkembang.
Lebih lanjut, M. Aditya menegaskan pentingnya menanamkan semangat pengabdian kepada bangsa. Ia mengajak generasi muda LDII untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dalam pembangunan nasional.
“Kita lahir di Indonesia, hidup di Indonesia, dan insyaAllah akan kembali ke tanah Indonesia. Maka sudah seharusnya kita memiliki keinginan kuat untuk memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti persoalan stunting yang menjadi salah satu tantangan serius saat ini. Menurutnya, kondisi stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik, tetapi juga berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.
“Dulu kasus gizi buruk ada, tetapi tidak masif. Sekarang jumlahnya semakin meningkat. Jika tidak ditangani sejak dini, dampaknya bisa panjang terhadap kecerdasan dan produktivitas generasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak usia remaja, termasuk melalui pemahaman gizi, pola hidup sehat, serta deteksi dini kondisi kesehatan. Perempuan, menurutnya, memiliki peran strategis karena kelak akan menjadi ibu yang menentukan kualitas generasi berikutnya.
Sementara itu, dalam sesi materi, para narasumber menekankan pentingnya edukasi gizi seimbang, kesiapan kesehatan sebelum pernikahan, serta peran perempuan dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Peserta juga diajak untuk lebih memahami faktor penyebab stunting serta langkah konkret pencegahannya di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, LDII Lampung berharap generasi muda, khususnya perempuan, tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kesadaran dan komitmen untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, talkshow ini tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi menjadi momentum strategis untuk meneguhkan peran perempuan sebagai garda terdepan dalam mencegah stunting, sekaligus menyiapkan generasi unggul yang sehat, mandiri, dan siap menghadapi tantangan global di masa depan.














