Denpasar – Demi memperkuat HARGA MATI tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Pemerintah Kota Denpasar bersama dengan LDII menggelar seminar Wawasan Kebangsaan di Gedung Sewaka Graha Sewaka Dharma, Rabu (29/10).
Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar I Komang Sugiarta membuka secara resmi kegiatan ini mewakili Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra. Komang didampingi oleh Ketua DPW LDII Bali, Ketua LDII Kota Denpasar A Agus Purmadi dan Kemenag Kota Denpasar.
Ketua Panitia, Kafilari mengatakan, semangat kebangsaan dampaknya semakin memudar, untuk membangkitkan rasa kebangsaan dan rasa cinta tanah air, pihak memanfaatkan momentum hari Sumpah Pemuda untuk menyelenggarakan Seminar Wawasan Kebangsaan. Bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air. Lebih lanjut dikatakan, momentum Sumpah Pemuda sangat tepat dilaksanakan Seminar Kebangsaan ini karena dapat menumbuhkan kembali rasa kebangsaan. Untuk itu dalam seminar ini pihaknya mengundang pemateri dari Forum Pembauran Kebangsaan, Kesbangpol Kota Denpasar, Kodim 1611/Badung dan Polresta Denpasar.
Ia juga mengatakan, sasaran yang ingin dicapai setelah seminar ini adalah membentuk jiwa pemuda khususnya LDII agar memiliki rasa memiliki kebangsaan itu. “Kedepan pemuda yang kita harapkan menjadi tangguh kokoh, kuat dan dapat mewujudkan suatu bangsa yang kuat dan bermatabat,” ungkapnya. Ia menambahkan seminar ini baru pertama kali diselenggarakan, dan akan diselenggarakan setiap tahun. Untuk seminar kali ini jumlah pesertanya sebanyak 75 orang dari 28 Ormas.
Sementara Kepala Kesbangpol Kota Denpasar I Komang Sugiarta mengatakan, dewasa ini pemahaman masyarakat terhadap arti dari hari Sumpah pemuda itu mengalami penurunan. Untuk itu Pemerintah Kota Denpasar berkerjasama dengan LDII Kota Denpasar menggelar seminar untuk menumbuhkan rasa semangat dan cinta tanah air.
Ia menambahkan, hasil dari Seminar Wawasan Kebangsaan ini akan direprensentasikan dalam kehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat di Negara Kesatuan Repulik Indonesia . Dimana dalam pemerintahan yang baru ini seharusnya ada revolusi mental dalam memaknai nilai-nilai sejarah kebangsaan yang nantinya digunakan sebagai cerminan didalam berbangsa dan bernegara terhadap generasi muda sebagai penerus NKRI. “Untuk itu saya harapkan agar peserta memanfaatkan seminar wawasan kebangsaan ini,” ungkapnya (Ayu-denpasarkota.go.id/edit-fredy/Lines).


















